BENGKULU, ewarta.co - Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, biasanya harga bahan pokok banyak yang melonjak naik karena disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya kurangnya pasokan bahan pokok tersebut di agen ataupun gudang persediaan.
Menyikapi hal ini, Perum Bulog Difre Bengkulu mengatasi lonjakan harga bahan pokok seperti daging sapi dengan menyetok sebanyak 12 ton daging sapi. Daging ini merupakan daging import dari India yang telah bersertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta telah memiliki izin dari Dinas Peternakan Provinsi Bengkulu.
Ke 12 ton daging sapi beku ini disimpan dalam lemari pendingin berstandar yang ada di gudang milik Bulog, sehingga bisa menyimpan daging beku tersebut selama satu bulan.
"Kita sudah ada lemari pendingin dan bisa menyimpan daging beku. Daging beku tersebut kami siapkan dan akan kami distribusikan ke beberapa kabupaten yang ada di Provinsi Bengkulu," kata Kepala Bulog Divre Bengkulu Defrizal, Rabu (4/12).
Nantinya, daging beku ini akan didistribusikan ke sejumlah Kabupaten yang ada di Provinsi Bengkulu pada waktu menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
Adapun untuk harga daging sapi saat ini masih tergolong stabil, yakni Rp 120 ribu per kiligramnya dan pasokan daging di Pasar Tradisional Modern (PTM) Kota Bengkulu juga masih cukup untuk persediaan hingga akhir tahun nanti. (Nay)









