Jumlah Kunjungan dan Menginap ke Bengkulu Menurun

Jumlah Kunjungan dan Menginap ke Bengkulu Menurun

 

BENGKULU,eWARTA.co -- Petugas Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya penurunan kunjungan lalu lintas kapal dan pesawat ke Provinsi Bengkulu di bulan April 2021.

Kepala BPS Provinsi Bengkulu Win Rizal mengatakan jumlah lalu lintas angkutan laut di Provinsi Bengkulu tercatat sebanyak 127 kapal, turun sebesar 6,62 persen bila dibandingkan dengan jumlah lalu lintas angkutan laut pada bulan Maret 2021 yang tercatat 136 kapal.

"Lalu lintas penumpang angkutan laut hanya 1.261 orang penumpang, turun sebesar 19,63 persen dibanding jumlah penumpang pada Maret 2021 yang tercatat 1.569 orang," kata Win Rizal, Sabtu (5/6/21).

Sementara pada penerbangan di Bandara Fatmawati Soekarno di bulan yang sama, kata Win, tercatat 306 penerbangan, turun sebesar 1,29 persen dibandingkan dengan Maret 2021 yang tercatat 310 penerbangan.

Lalu lintas penumpang di Bandara Fatmawati Soekarno justru mengalami kenaikan 9,10 persen atau sebanyak 31.055 orang bila dibandingkan dengan Maret 2021 yang tercatat 28.465 orang.

Sementara di Bandara Mukomuko terdapat 38 penerbangan dengan penumpang sebanyak 61 orang. Sedangkan di Bandara Enggano terdapat 18 penerbangan dengan 129 orang penumpang.

Tak hanya kunjungan lalulintas, kunjungan tinggal di hotel Bengkulu juga menurun.

Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang tercatat 33,37 persen, turun 3,36 poin dibanding TPK hotel pada Maret 2021 yang tercatat sebesar 36,73 persen. Bila dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun 2020, TPK hotel berbintang naik sebesar 19,24 poin.

Rata-Rata Lama Menginap Tamu (RLMT) tercatat 1,34 hari, naik 0,01 poin dibandingkan dengan RLMT hotel pada bulan sebelumnya tercatat sebesar 1,33 hari. 

"Jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun 2020, RLMT hotel berbintang turun sebesar 0,50 poin," kata Kepala BPS.

Dari 10 provinsi yang ada di Pulau Sumatera, dengan TPK hotel berbintang sebesar 33,37 persen, Provinsi Bengkulu menempati urutan TPK terendah keempat se-Sumatera. (Bisri)