BENGKULU,eWARTA.co -- Kejadian warga Kaur yang tak mampu membayar ongkos ambulans baru-baru ini menjadi pembicaraan hangat. Kejadian ini menambah catatan negatif Rumah Sakit Umum M Yunus Bengkulu. Apalagi, cerita tentang warga yang tak bisa membawa jenazah keluarganya pulang dari rumah sakit ini bukan yang pertama.
Kejadian ini juga mengundang perhatian para tokoh di Kota Bengkulu. Salah satu calon Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan menyayangkan terjadinya kasus ini. Menurut Helmi, kasus pasien yang tak mampu bayar ambulans seharusnya tidak terjadi jika ada ambulans gratis seperti di Kota Bengkululu.
"Beberapa hari kemarin, ada warga Kabupaten Kaur yang terbaru, (bayi) meninggal dunia. Kepengen minjam ambulance dimintai Rp 5 juta. Karena tidak punya uang, akhirnya kebingungan," sampai Helmi saat berkampanye di Kota Bengkulu, Rabu (2/12/2020).
Ambulans ini menjadi salah satu program prioritas Helmi Hasan ketika terpilih menjadi Gubernur Bengkulu nanti. Pria berjenggot ini tidak ingin kasus ini kembali mencoreng wajah kesehatan Bumi Rafflesia.
"Tapi karena tahu di Kota Bengkulu ada ambulance gratis, akhirnya dibantu jenazah tadi diantar ke Kaur," sambung Helmi.
Sebelumnya, calon gubernur nomor urut 01 ini mengatakan, persoalan pasien tak mampu bayar ambulans merupakan imbas dari Peraturan Gubernur (Pergub) yang mengharuskan pembayaran jika ingin menggunakan jasa ambulasn RSMY.
"Dan menurut saya itu salah besar jika ambulance dijadikan sumber penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD). Karena ambulance ini erat dengan orang-orang yang tertimpa musibah," ungkap Helmi.
Pergub ini memakan korban salah satu pasien di RSMY atas nama Elia Puspita Sari warga Desa Muara Jaya Kabupaten Kaur. Ia kebingungan untuk mengantar jenazah bayinya yang meninggal karena tidak punya uang untuk bayar ambulans. (**)









