Kantor Bahasa Bengkulu Lestarikan Sastra Lisan Melalui Pagelaran

Create: Thu, 30/09/2021 - 19:57
Author: Alwin Feraro
Tags

 

BENGKULU,eWARTA.co -- Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa melalui Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu menggelar pagelaran sastra lisan Bengkulu, Kamis (30/9/21) di Mercure Hotel Bengkulu.

Pentas seni ini berlangsung hingga 10 Oktober 2021 mendatang diikuti peserta se-provinsi Bengkulu. 

Kepala Kantor Bahasa Bengkulu Yanti dalam kesempatan itu mengatakan diadakannya pagelaran ini sebagai langkah menggiatkan kembali seni budaya Provinsi Bengkulu di masa pandemi COVID-19.

Yanti mengatakan karya sastra lisan atau yang dikenal sebagai sastra rakyat merupakan karya sastra dalam bentuk ujaran (lisan) tapi karya itu sendiri terserap dalam tulisan. 

"Namun karena perkembangan zaman, kesastraan ini mulai ditinggalkan masyarakat" kata Yanti.

Dalam mempertahankan kesastraan tersebut, adanya pagelaran ini diyakini menumbuhkan minat generasi penerus dalam memberdayakan sastra lisan sebagai identitas daerah. 

Yanti juga meminta agar upaya tersebut dibarengi dengan menggiatkan kembali komunitas sastra di Bengkulu, kompetisi menulis sastra, serta pagelaran sastra lisan,  seperti yang saat ini sedang berlangsung.

"Semua daerah di Bengkulu punya sastra lisan. Sayangnya saat ini mulai jarang lagi ditampilkan, banyak juga pelakunya sudah tidak ada lagi sehingga perlu adanya upaya regenerasi pegiat sastra lisan. Semoga lewat pagelaran ini bisa menumbuhkan minat masyarakat", ungkap Yanti.

Sementara itu Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Bengkulu, Hamka Sabri yang menghadiri dan membuka acara, menyikapi kegiatan yang diselenggarakan tersebut merupakan hal yang baik dalam mempertahankan kesastraan di Bengkulu.

Terhadap badan lembaga pengembangan bahasa pihaknya mengapresiasi kegiatan, karena dalam hal ini tentunya sangat bermanfaat untuk mengantisipasi tergerusnya atau habisnya nilai-nilai budaya yang ada di provinsi Bengkulu.

"Suku yang ada di Bengkulu banyak sekali, baik suku asli penduduk Bengkulu maupun suku yang berdatangan. Kalau tidak dibangkitkan rasa kepemilikan ini nanti akan akan hilang dan punah,"ungkap Hamka.

"Jadi intinya kita sangat mendukung sekali kegiatan yang diselenggarakan saat ini," pungkasnya. (Bisri)