Karantina Bengkulu Pastikan Kelayakan Ekspor Kayu Karet Bengkulu ke Tiongkok

Create: Sun, 12/07/2026 - 18:46
Author: Admin 3

 

Bengkulu — Pasar Tiongkok kembali menerima pasokan kayu karet olahan dari Bengkulu sebanyak 270 meter kubik pada Sabtu (11/7/2026). Komoditas tersebut diberangkatkan setelah menyelesaikan seluruh proses pemeriksaan oleh Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Bengkulu.

Pengiriman ini menambah volume perdagangan kayu karet olahan Bengkulu ke negara tersebut sepanjang 2026. Karantina Bengkulu memastikan setiap produk yang diekspor telah sesuai dengan persyaratan kesehatan tumbuhan yang berlaku di negara tujuan.

Kepala Karantina Bengkulu, Betty Fajarwati, menyebut pengawasan karantina menjadi bagian penting dalam membuka dan mempertahankan akses produk daerah ke pasar internasional. Selain mencegah penyebaran organisme pengganggu tumbuhan, layanan karantina turut mendukung kelancaran perdagangan.

“Karantina tidak hanya menjalankan fungsi perlindungan terhadap sumber daya alam hayati melalui tindakan karantina. Karantina juga berperan sebagai fasilitator perdagangan yang memastikan komoditas ekspor memenuhi persyaratan negara tujuan,” ujar Betty.

Kayu karet yang akan dikirim terlebih dahulu diperiksa dari sisi administrasi, kondisi fisik, dan kesehatannya. Perlakuan juga dilakukan sesuai ketentuan yang dipersyaratkan sebelum komoditas dinyatakan layak untuk diekspor.

Karantina Bengkulu kemudian menerbitkan Phytosanitary Certificate setelah seluruh tahapan dinyatakan selesai dan memenuhi ketentuan. Dokumen tersebut menjadi jaminan bahwa komoditas telah melalui pemeriksaan dan dinyatakan bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK).

Sepanjang semester pertama 2026, pengiriman kayu karet olahan Bengkulu ke Tiongkok telah mencapai 727,26 meter kubik. Berdasarkan data Best Trust Barantin, komoditas tersebut memiliki nilai sekitar Rp4 miliar dan dikirim dalam tiga kali pengapalan melalui Pelabuhan Pulau Baai.

Besarnya volume pengiriman menunjukkan kayu karet olahan memiliki peluang untuk terus dipasarkan ke luar negeri. Pemenuhan standar negara tujuan menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga keberlanjutan ekspor tersebut.

Barantin melalui unit kerjanya di Bengkulu terus memberikan layanan pemeriksaan dan sertifikasi terhadap komoditas yang akan memasuki pasar internasional. Langkah tersebut diarahkan untuk memperlancar ekspor sekaligus memperkuat daya saing komoditas unggulan daerah.

“Dengan sertifikasi karantina yang tepat dan ketat, kami mendukung kelancaran akses pasar internasional bagi komoditas dan produk pertanian asal Bengkulu. Peningkatan ekspor tentunya berimplikasi positif terhadap perekonomian masyarakat,” tutup Betty.