Bengkulu, eWarta.co -- Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Minyak Bumi dan Gas (Dirjen-Migas) melakukan sosialisasi penggunaan mesin berbahan bakar gas (BBG) atau liquefied petroleum gas (LPG) bagi nelayan tradisional di Kota Bengkulu, Jumat (18/11/2022).
Tenaga Ahli Dirjen Migas Kementerian ESDM, Arjoni mengatakan pengalihan penggunaan mesin BBM ke BBG sebagai upaya efisiensi dan menekan biaya operasional nelayan tradisional saat melaut.
"Apalagi ini bisa menjadi solusi di tengah mahalnya keberadaan harga BBM," sampai Arjoni.
Menurutnya, penggunaan LPG ukuran 3 Kilogram dapat mencukupi dua kali keberangkatan atau menghemat biaya operasional Rp80 ribu.
Arjoni menyampaikan bahwa pendistribusian paket perdana konverter kit bagi nelayan merupakan bagian dari Program Konversi BBM ke LPG guna mendukung diversifikasi energi.
Pemilihan LPG sebagai energi alternatif yang dapat digunakan oleh nelayan karena sudah dikenal di masyarakat, kinerja mesin penggerak yang menggunakan LPG relatif sama untuk motor berdaya rendah, serta ramah lingkungan.
"Program konversi BBM ke BBG untuk nelayan sasaran memiliki makna bagi kemudahan akses energi di mana nelayan diberikan pilihan terhadap energi yang akan digunakan. Program ini juga berdampak pada perekonomian nelayan yaitu dapat mengurangi biaya melaut bagi nelayan," kata dia.
Rincian paket konverter kit LPG 3 Kg di Kota Bengkulu sendiri didistribusikan kepada 225 nelayan. Sebelum pembagian, terlebih dahulu dilakukan acara sosialisasi kepada calon penerima di sekitar Kelurahan Pondok Besi Kota Bengkulu dan sekitarnya.
Bantuan paket perdana gratis ini, Sambung Arjoni, diharapkan dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik oleh nelayan dan petani, serta tidak diperjualbelikan. (Bisri)









