Bengkulu, eWarta.co — Kemplang bakar menjadi salah satu pilihan camilan di Kota Bengkulu dengan cita rasa dan aroma khas dari proses pembakaran menggunakan bara arang. Berbeda dari kemplang yang umumnya digoreng atau disangrai, kemplang bakar memiliki aroma smoky dan bercak kecokelatan pada permukaannya.
Salah satu usaha rumahan yang memproduksi kemplang bakar berada di kawasan Bumi Ayu 6, Kota Bengkulu. Usaha milik Lusi (42) tersebut dijalankan dari depan rumah dan telah bertahan selama lebih dari lima tahun.
Lusi mengatakan usaha tersebut berawal dari keterampilannya membuat kemplang bakar serta melihat adanya permintaan dari masyarakat. Usaha tersebut kemudian menjadi sumber penghasilan utama bagi keluarganya.
“Awalnya karena bisa dan memang lumayan banyak yang minat. Kebetulan juga sedang butuh uang, jadi usaha ini kami jadikan usaha utama keluarga,” ujar Lusi, Rabu (19/8/2026).
Kemplang buatan Lusi memiliki ciri khas pada proses pemanggangannya yang dilakukan langsung di atas bara arang. Kemplang mentah diarahkan ke api hingga matang, kemudian menghasilkan aroma khas arang dan warna kecokelatan pada permukaannya.
Setelah matang, kemplang didiamkan hingga dingin sebelum dikemas dan dijual kepada konsumen. Lusi mendapatkan kemplang mentah dari pemasok di Kota Bengkulu, namun pasokan bahan baku tersebut terkadang sulit diperoleh.
Kemplang mentah dibuat dari daging ikan dan bumbu yang dicampur hingga merata sebelum tepung sagu ditambahkan secara bertahap. Adonan kemudian dibentuk menjadi lenjoran, direbus atau dikukus, didinginkan, diiris tipis dan dijemur hingga kering sebelum dibakar.
Dalam sehari, Lusi mampu menjual sekitar 15 hingga 20 kantong kemplang bakar dengan harga Rp10.000 per kantong. Omzet yang diperoleh tidak tetap karena bergantung pada jumlah penjualan setiap hari.
Lusi berharap usahanya semakin dikenal dan memiliki lebih banyak pelanggan. Ia juga ingin mengembangkan usaha tersebut agar dapat tumbuh menjadi usaha dengan skala yang lebih besar.
“Harapannya semoga semakin ramai dan makin dikenal banyak orang. Mudah-mudahan nanti usahanya bisa lebih besar, tidak kecil seperti sekarang,” kata Lusi.










