BENGKULU, eWarta.co – Aliansi Nelayan Tradisional Bengkulu (ANTB) berencana menggelar aksi damai di Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Bengkulu pada Kamis (23/7/2026). Aksi ini dipicu oleh sulitnya para nelayan mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi untuk kebutuhan melaut.
Koordinator ANTB, Rahmansyah, menyampaikan bahwa aksi dijadwalkan berlangsung mulai pukul 09.00 WIB dan akan diikuti ratusan perwakilan nelayan dari Kabupaten Bengkulu Tengah, Bengkulu Utara, serta Seluma.
"Para nelayan meminta kejelasan mengenai alokasi BBM serta mekanisme penerbitan surat rekomendasi pembelian," ujar Rahmansyah.
Ia menambahkan, masalah utama yang dihadapi saat ini adalah banyaknya akun barcode pembelian BBM bersubsidi milik nelayan yang mendadak terblokir. Kondisi ini membuat mereka tidak bisa membeli BBM di SPBU resmi.
Akses BBM yang terbatas ini berdampak serius pada perekonomian warga pesisir. Bahkan, sebagian nelayan mengaku terpaksa menganggur dan tidak melaut selama hampir satu bulan terakhir.
Di sisi lain, nelayan enggan berspekulasi dengan membeli BBM di luar prosedur resmi karena khawatir terjerat masalah hukum.
Melalui aksi damai ini, ANTB berharap Pemprov Bengkulu dan DKP dapat segera memberikan solusi konkret atas pemblokiran barcode dan memastikan distribusi BBM berjalan normal agar nelayan bisa kembali melaut. (**(










