Kominfotik Bengkulu Perkuat Layanan Informasi Saat Banjir Lebong

Create: Tue, 07/04/2026 - 11:15
Author: Admin 3

 

Bengkulu, eWarta.co -- Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) Provinsi Bengkulu, Nelly Alesa, memaparkan sejumlah langkah konkret yang dilakukan pihaknya dalam mendukung penanganan bencana banjir di Kabupaten Lebong, khususnya dari sisi komunikasi publik dan layanan informasi.

Menurut Nelly, peran Kominfotik difokuskan sebagai simpul verifikasi dan distribusi informasi yang cepat, akurat, serta mudah diakses masyarakat. Salah satu langkah utama adalah mengaktifkan pusat informasi darurat digital melalui kanal resmi pemerintah.

“Kami mengaktifkan kanal Telegram dan WhatsApp ‘Info Banjir Lebong’ yang terhubung dengan akun resmi Pemprov. Setiap tiga jam dilakukan pembaruan informasi terkait lokasi terdampak, akses jalan, posko, hingga nomor darurat berdasarkan data dari BPBD dan tim reaksi cepat,” ujar Nelly.

Selain itu, Kominfotik juga memperkuat upaya penanggulangan hoaks yang kerap muncul saat bencana. Tim khusus ditugaskan untuk melakukan verifikasi cepat terhadap informasi yang beredar di media sosial.

“Setiap konten yang viral langsung kami cek, lalu kami keluarkan klarifikasi dalam format sederhana, seperti ‘Hoaks, Fakta, dan Tindakan’. Kami juga berkoordinasi dengan BMKG dan BPBD untuk memastikan akurasi informasi,” jelasnya.

Di sisi lain, pihaknya juga menghadirkan peta dan dashboard digital berbasis WebGIS melalui platform BEN-CONNECT Bengkulu. Fitur ini memuat informasi titik genangan, lokasi posko, hingga jalur evakuasi yang dapat diakses masyarakat secara real-time.

“Kami bagikan link dan QR code agar masyarakat mudah mengakses peta tersebut, sehingga bisa mengetahui kondisi di lapangan dengan cepat,” tambahnya.

Untuk memperkuat penyampaian informasi, Kominfotik juga rutin menayangkan siaran lapangan dari posko bencana di Lebong. Video singkat berdurasi sekitar 60 detik disampaikan secara lugas, berisi kondisi terkini, perkembangan bantuan, serta imbauan keselamatan kepada masyarakat.

Tak hanya itu, Kominfotik juga membuka kanal aduan warga melalui formulir digital dan WhatsApp Bisnis. Laporan yang masuk akan diteruskan ke OPD teknis terkait, sekaligus memastikan warga mendapat respons atas laporan mereka.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya menerima informasi, tetapi juga bisa menyampaikan kondisi mereka secara langsung dan mendapat tindak lanjut,” ungkap Nelly.

Dalam mendukung penyebarluasan informasi, Kominfotik turut menggandeng media lokal, baik radio maupun televisi di Bengkulu dan Lebong. Rilis harian dikirimkan secara rutin agar informasi menjangkau masyarakat luas, termasuk yang belum terakses internet.

Melalui langkah-langkah tersebut, Nelly menegaskan Kominfotik hadir bukan sekadar menjalankan fungsi keprotokolan, tetapi menjadi pusat informasi yang responsif dan dapat diandalkan masyarakat di tengah situasi darurat.