KPPN Bengkulu Monev 64 Dapur MBG

Create: Thu, 27/08/2026 - 20:54
Author: Admin 3

 

BENGKULU, eWarta.co — Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Bengkulu melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejak Juni 2026. Di wilayah kerjanya, monev mencakup 64 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan fokus pada ketenagakerjaan, operasional keuangan, dan keamanan pangan.

Kepala KPPN Bengkulu Mohammad Arief Barata mengatakan monev dilakukan untuk memastikan pelaksanaan MBG berjalan sesuai ketentuan. Wilayah kerja KPPN Bengkulu meliputi Kota Bengkulu, Bengkulu Utara, dan Bengkulu Tengah.

Menurut Arief, salah satu fokus monev adalah tata kelola keuangan SPPG. KPPN memeriksa proses pengajuan tagihan, kelengkapan persyaratan, waktu penyelesaian, hingga kendala yang menyebabkan tagihan ditolak.

"Jadi bagaimana sesuai aturan-aturan mereka, contoh itu untuk pengajuan-pengajuan tagihan, itu berapa lama, syaratannya seperti apa, terus prosesnya berapa persen ditolak, apa masalahnya," kata Arief, Kamis, 23 Agustus 2026.

Monev juga mencakup mekanisme pembayaran kepada pemasok kebutuhan MBG. KPPN melihat pola pembayaran yang dilakukan SPPG, termasuk pembayaran tunai maupun secara bertahap.

Selain keuangan, KPPN mengevaluasi pelaksanaan MBG dari sisi teknis. Pemantauan dilakukan mulai dari kedatangan bahan makanan, proses pengolahan, pendistribusian, hingga makanan diterima penerima manfaat.

Arief mengatakan petugas juga mencatat kendala yang ditemukan selama pemantauan di lapangan. Kerusakan jalan dan keterlambatan distribusi menjadi beberapa persoalan yang dapat memengaruhi kelancaran program.

Penerima manfaat MBG tidak hanya berasal dari kalangan pelajar. Program ini juga menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan penyandang disabilitas sehingga aspek pelayanan dan pemenuhan kebutuhan kelompok tersebut turut diperhatikan.

Hasil monev dilaporkan melalui sistem setiap pekan sehingga dapat dipantau KPPN Bengkulu dan pemerintah pusat. Sistem tersebut memungkinkan kendala pada SPPG di tingkat kota maupun kecamatan diketahui dan ditindaklanjuti lebih cepat.

"Yang kita cari adalah apa yang sudah bagus, apa yang masih kurang, dan apa kesulitan yang mungkin bisa kita bantu untuk meningkatkan pelayanan itu. Sejauh ini di lapangan pelaksanaan MBG yang dijalankan SPPG berjalan lancar dengan pendekatan kemitraan," ujarnya.