Lima Ternak di Kepahiang Bengkulu Terjangkit PMK

Create: Mon, 13/06/2022 - 12:56
Author: Redaksi

 

Bengkulu, eWARTA.co -- Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi Bengkulu melaporkan kasus pertama adanya penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) di wilayah Desa Tugu Rejo Kecamatan Kabawetan, Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu.

Kepala Disnakeswan Provinsi Bengkulu, Muhammad Syarkawi mengatakan kelimanya sempat berstatus suspek atau terindikasi akut semenjak menunjukkan gejala terinfeksi PMK beberapa hari lalu.

"Terdapat 5 ekor ternak sapi telah kami lakukan pengambilan sampel, dan ternyata hasilnya positif PMK," kata Syarkawi, Senin (13/6/2022). 

Dari jumlah tersebut, lanjut Syarkawi, potensi penularan PMK di peternakan sapi ini mencapai 27 ekor.

Demi mengantisipasi penyebaran PMK lebih luas lagi, pihaknya bersama kepolisian atau instansi vertikal terkait dan jajaran kabupaten/kota akan terus mengawasi lalu lintas pengiriman hewan ternak.

Kendaraan pengangkut hewan ternak dari daerah merah atau hitam penyebaran PMK bakal langsung diminta putar balik oleh petugas pos pengecekan. Sedangkan mereka yang tiba dari daerah hijau tetap akan menjalani pemeriksaan. 

Temuan ini, menurutnya, langsung dikoordinasikan kepada Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Rohidin meminta agar masyarakat jangan panik. 

"Hasil sampel yang dilaporkan Disnakeswan terdapat 5 ternak positif PMK. Masyarakat jangan panik dan harus mempersiapkan langkah pencegahan yang matang dan harus segera menangani," kata Gubernur Rohidin. 

Pihaknya pun meminta agar Disnakeswan dan instansi terkait untuk melokalisir wilayah tersebut dengan memisahkan ternak yang sehat. 

Selanjutnya gubernur memastikan bahwa lalu lintas ternak di wilayah perbatasan Provinsi Bengkulu-Lampung dan Bengkulu-Sumatera Barat serta Bengkulu-Lubuk Linggau diawasi dengan ketat melibatkan Badan Karantina Bengkulu juga Disnakeswan setempat.

"Sementara ini kami hentikan dulu mobilitas ternak baik dari dan keluar Bengkulu," ungkap gubenur. 

Gubernur Rohidin meminta agar masyarakat jangan panik sebab wabah ini tak berbahaya dan menular kepada manusia melainkan hanya kepada hewan sejenisnya. 

Demikian dengan ternak yang sudah terpapar PMK, gubernur menyebut dagingnya dapat dikonsumsi atau dimanfaatkan. (Bisri)