Mencetak Wirausaha Baru, Disnaker Kabupaten Blitar Lakukan Pelatihan Kepada Mantan PMI 

Create: Thu, 14/10/2021 - 14:50
Author: Alwin Feraro
Tags

 

BLITAR,eWARTA.co -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) merealisasi anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2021 dengan menggelar pelatihan kewirausahaan baru kepada alumnus Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Hotel Ilhami Blitar, pada Kamis (14/10/2021).

Menurut Sekretaris disnaker kabupayen Blitar, Nanang Adi Putranto, ada lima paket dalam kegiatan pelatihan ini, dan saat ini adalah paket yang ketiga, yaitu praktek pembuatan pastri atau kue hotel, karena sedikitnya produsen pembuatan roti hotel sedangkan permintaan banyak.

"Maksud dari pelatihan tersebut pembuatan kue hotel kali ini, karena pesertanya sudah memiliki rintisan usaha, sehingga kita berikan pelatihan yang sedikit rumit dan bertujuan untuk mendidik serta mendampingi para mantan PMI untuk menjadi wirausahawan baru, dan memiliki mindset untuk berwirausaha setelah mendapat modal dari bekerja di luar negeri. Bagi calon PMI supaya memiliki Business Plan atau rencana kerja yang jelas dan mengarah, sehingga mampu bersaing di negara penempatan,” ujarnya.

Mencetak Wirausaha Baru, Disnaker Kabupaten Blitar Lakukan Pelatihan Kepada Mantan PMI 

Nanang nengatakan, kegiatan ini diikuti oleh seratus peserta yang terbagi menjadi lima paket dengan beberapa materi pelatihan dan sosialisasi. Selain itu, peserta juga mendapatkan motivasi Branding, Pendampingan, sampai pemasaran melalui Digital Marketing.

“Peserta yang mengikuti pelatihan ini sebelumnya diseleksi secara ketat karena setelah pelatihan akan diadakan monitor dan evaluasi (Monev) pasca kita melatih.

Adapun jenis pelatihan yang di dapat, yakni pelatihan kewirausahaan tata boga seperti pembuatan frozen food, pembuatan abon, cara membuat kue, dan pelatihan Barber Shop.

"Untuk pelaksanakannya selama enam hari dengan jumlah peserta 20 orang tiap paket," tegasnya.

Selanjutnya, ia berharap dari bekal pengetahuan dan ketrampilan yang diperoleh dapat dijadikan modal untuk berwirausaha.

"Kalau sudah menjadi UMKM itu bukan ranah Disnaker tetapi Dinas koperasi dan Disperidag, karena kita hanya melatih dari nol untuk dicetak jadi wirausaha," pungkasnya.  (adv/kmf/bas).