BENGKULU, eWarta.co – Rencana kunjungan kerja Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, ke Provinsi Bengkulu pada Jumat (1/5) memantik optimisme tinggi. Wakil Ketua I DPRD Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain, menyebut kehadiran Menko sebagai momentum emas untuk memperkuat posisi Bengkulu dalam peta ketahanan pangan nasional.

Teuku menegaskan bahwa sinkronisasi antara pusat dan daerah menjadi kunci utama, terutama karena sektor pangan kini menjadi prioritas tertinggi di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam pernyataannya, Teuku menyoroti keberhasilan Bengkulu yang sebelumnya telah mendapatkan program cetak sawah baru dengan luas mencapai 2.200 hingga 3.000 hektare. Ia berharap kunjungan Menko Pangan dapat memperkuat program tersebut.
“Kehadiran Menko Pangan tentu kita sambut gembira. Bengkulu terus menyelaraskan program daerah dengan kebijakan pusat. Langkah strategis seperti cetak sawah baru adalah kunci kemandirian daerah,” ujar Teuku, Kamis (30/4).
Selain urusan lahan, penguatan ekonomi kerakyatan melalui inisiatif seperti Koperasi Merah Putih juga diharapkan mendapat atensi khusus dan dukungan anggaran dari pemerintah pusat.
DPRD Provinsi Bengkulu secara tegas meminta agar Bengkulu diberikan porsi prioritas dalam alokasi anggaran nasional. Teuku menilai, sebagai daerah yang sedang giat membangun, Bengkulu membutuhkan stimulus lebih besar untuk memacu pertumbuhan ekonomi.
Salah satu poin krusial yang akan disuarakan adalah keberlanjutan infrastruktur strategis, khususnya jalan tol.
Konektivitas: DPRD berharap pembangunan jalan tol di Bengkulu masuk kembali dalam daftar prioritas nasional.
Pertumbuhan Ekonomi: Akses jalan bebas hambatan dinilai menjadi urat nadi untuk mempercepat distribusi pangan dan komoditas unggulan daerah.
"Kami ingin menyampaikan aspirasi terkait jalan tol yang saat ini belum menjadi prioritas utama. Ini sangat penting untuk mendorong konektivitas dan daya saing ekonomi Bengkulu," tambahnya. (red/adv)









