Musda Hipmi Bengkulu Ricuh, Kemenangan Undang Sumbaga Dinilai Belum Sah

Alfarizi dalam konferensi persnya bersama Ketua OKK BPP Hipmi Rohalim Boy Sangadji, dan Tim PIC BPP Hipmi, Jumat (9/4/21)
Tags

 

BENGKULU,eWARTA.co -- Musyawarah daerah (Musda) ke XIV Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Bengkulu yang dilaksanakan di hotel Mercure, Kamis (9/4/21) dinyatakan belum selesai. 

Sebab Musda ini menjadi polemik dan dianggap tidak sah oleh pengurus pusat (BPP) yang hadir di Bengkulu lantaran terjadi kekisruhan saat Musda. Padahal, sebelumnya pimpinan sidang sudah menyatakan Undang Sumbaga telah terpilih secara vote atau perhitungan suara.

Koordinator PIC BPP Hipmi Kemas Alfarizi, mengatakan sehari sebelumnya, Ketua OKK BPP Hipmi Rohalim Boy Sangadji yang mewakili Ketua Umum BPP Hipmi menekankan proses Musda ini harus berjalan dengan tertib dan lancar tanpa adanya intervensi. Selain itu ia menegaskan bahwa Ketua Umum BPD Hipmi Bengkulu, SC, dan OC harus netral serta tidak memihak dengan salah satu calon Ketua Umum.

"Apa yang disampaikan oleh Ketua OKK BPP Hipmi tentang netralitas, dikarenakan sudah ada indikasi SC memihak dengan menghambat beberapa BPC untuk
mengikuti Musda tanpa alasan yang jelas. Padahal secara administrasi organisasi sudah dilengkapi oleh BPC tersebut setelah selesainya proses pembukaan Musda Bengkulu," kata Alfarizi dalam konferensi persnya bersama Ketua OKK BPP Hipmi Rohalim Boy Sangadji, dan Tim PIC BPP Hipmi, Jumat (9/4/21).

Kericuhan dimulai setelah penyampaian pandangan umum oleh Ketua Umum BPC se-Provinsi Bengkulu. Tepatnya saat pimpinan sidang tidak memberikan kesempatan kepada peserta sidang untuk menanggapi laporan pertanggungjawaban tersebut. 

"Karena merasa tidak diakomodir, peserta sidang semakin kisruh dan membuat keadaan semakin tidak kondusif hingga terjadinya kontak fisik antara sesama peserta sidang," kata Alfarizi.

Karena merasa sidang sudah semakin tidak kondusif, tim PIC BPP Hipmi mencoba menenangkan suasana sidang. Suasana mulai terkendali, tiba-tiba anggota PIC BPP Hipmi Ardian diserang secara fisik oleh oknum peserta sidang sehingga menjadi rusuh lagi. 

Beberapa peserta sidang terlibat kekisruhan sehingga terjadi dorong mendorong, namun setelah dimediasi oleh Koordinator PIC BPP Hipmi, beberapa saat kondisi mulai kondusif dan peserta sidang mulai kembali ke tempat masing-masing.

Kemudian Koordinator PIC BPP Hipmi di depan sidang menyatakan bahwa proses Musda BPD Hipmi Bengkulu ke-XIV 2021 diambil alih oleh BPP Hipmi, sebagaimana yang tercantum di dalam AD/ART dan PO Hipmi mengenai tugas dan kewenangan PIC dalam mengawasi rangkaian pelaksanaan Musda. (Bisri)

Ucapan Hari Raya Idul Fitri 1442 H