BENGKULU,eWARTA.co -- Pengurus Perkumpulan Forum Tenaga Ahli Lingkungan (P-TALI) Bengkulu berencana menangkarkan endemik Rafflesia Arnoldi di luar habitatnya usai dilantik beberapa waktu lalu.
Ketua P-TALI Provinsi Bengkulu, Nurwiyoto mengatakan obsesi dalam mengembangkan bunga rafflesia ini lantaran melihat upaya warga Kabupaten Kepahiang, Holidin yang telah berhasil menangkar bunga langka ini sejak 2013.
"Kepunahan puspa langka tersebut mendorong kami mengembangkannya di luar habitat rafflesia," kata Nurwiyoto, Kamis (20/1/22).
Untuk merancang hal tersebut, lanjut Nurwiyoto, P-TALI menjajaki kerjasama antar lembaga perguruan tinggi negeri maupun swasta guna melakukan penelitian dan konservasi.
"Kami ajak peneliti dari Universitas Hazairin dan Universitas Muhammadiyah Bengkulu untuk bekerjasama menangkar bunga langka ini," ujar Ketua P-TALI.
"Kami berharap kapan pun dan di mana pun, nantinya endemik khas Bengkulu bisa dilihat oleh siapapun tanpa jauh-jauh ke habitatnya," ungkap Nurwiyoto.
Saat ini, pihaknya telah mencari lahan-lahan yang cocok untuk dijadikan wilayah konservasi dan nantinya lahan tersebut menjadi pusat wisata konservasi Bunga Rafflesia.
"Sudah kami jajaki dari beberapa akademisi dan mereka sepakat jika observasi dilakukan di Taman Hutan Raya Pondok Kubang Kabupaten Bengkulu Tengah," jelasnya.
Ia berharap dengan adanya pusat penangkaran dan penelitian ini, Bunga Rafflesia dapat dibudidayakan dan dapat lebih cepat ditumbuhkan dari sebelumnya.
"Jika konservasi di Kabupaten Seluma selama 4 tahun dan di Kepahiang 8 tahun, kami berharap seringnya penelitian ini dapat lebih mempercepat tumbuhnya puspa langka," ujar Nurwiyoto.
"Kita punya spesies Rafflesia Arnoldi, bengkuluensis, gadutensis, kemumuensis, dan jika itu berhasil dikembangkan, di kacamata ilmu pengetahuan dan dunia akan melihat bahwa ikon rafflesia khususnya Bengkulu semakin dikenal," tambah Nurwiyoto.
Untuk itu, pihaknya berharap ada dukungan dan kerjasama dari ahli lingkungan yang tergabung dalam P-TALI agar sama-sama dapat menyelesaikan program kerja ini selama periode 5 tahun kedepan.
Selain konservasi bunga rafflesia, P-TALI juga menyusun program kerja bersamaan dengan pengembangan wilayah hutan mangrove, pengelolaan kawasan desa wisata dan penelitian terhadap keselarasan lingkungan. (bisri)









