BENGKULU, ewarta.co - Beberapa waktu terakhir, publik dihebohkan dengan penemuan air pantai yang berbusa dan mengeluarkan bau tidak sedap di sekitar pantai Teluk Sepang Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu.
Tak hanya itu, ditemukan juga bangkai penyu di Pantai Teluk Sepang hingga lima ekor bangkai penyu, berjarak sekitar 100 meter dari pembuangan air bahang PLTU Teluk Sepang.
Matinya lima ekor penyu dan air pantai yang berbusa dan mengeluarkan bau tidak sedap ini diduga akibat pembuangan limba PLTU Teluk Sepang yang dibuang ke laut perairan Teluk Sepang.
Mengenai hal ini, kemarin, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Bengkulu mendatangi lokasi dimana ditemukan air laut yang berbusa dan berbau tidak sedap.
Soal informasi ditemukannya penyu dan ikan yang mati di pinggir pantai Teluk Sepang, beliau ngatakan bahwa timnya yang turun langsung ke lokasi tidak menemukan hal itu.
"Kemaren dapat berita tersebut tim kami ke lapangan tidak ada ditemukan penyu seperti yg diberitakan. Kami juga sudah langsung uji lab ke lokasi PLTU hasilnya masih dibawah baku mutu (-)," Tulis Kadis LHK Provinsi Bengkulu, Sorjum Ahyan, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat Whatsapp pribadinya, Kamis (21/11).
Adapun hasil cek laboratorium, pada out let air bahan Masih memenuhi Baku Mutu dengan paramet.: ph ;:8,32, Suhu air : 35 ℃ Dhl : 13,5 ms.
"Tolong lokasi ikan banyak mati dan penyu tersebut di laporkan ke kami, ayo sekalian tinjau sama-sama. Soal penyu/bukti tidak ditemukan dilapangan," Tukasnya.
Diketahui, yang turun ke lapangan kemarin, Rabu (20/11) dari DLHK : Kepala Bidang II DLHK Provinsi Bengkulu bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3 dan Pengendalian Pencemaran Zainubi beserta Kasi Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Rico Yuliana, dari Laboratorium ada Yuyun dan Meswarni, dari SDM Muslim Azhari beserta Kabid Energi dan Yostaki. (Nay)









