Patung Ibu Fatmawati Resmi Bertengger di Bundaran Simpang Lima

Peresmian patung Ibu Negara (Fatmawati) Putri Asli Bengkulu
Create: Tue, 12/11/2019 - 19:10
Author: Redaksi

 

BENGKULU, ewarta.co - Patung pahlawan Indonesia perancang dan penjahit Bendera Merah Putih, yang merupakan putri asli Bengkulu serta Ibu Negara pertama, yaitu Ibu Fatmawati, resmi bertengger di bundaran Simpang Lima Ratu Samban Kota Bengkulu.

Peresmian patung Ibu Fatmawati yang tengah menjahit Bendera Merah Putih ini sebagai rasa penghormatan terhadap perjuangan dan pengertian beliau dalam turut memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia pada zaman penjajahan dahulu kala.

Selain perjuangan dan pengabdiannya, Ibu Fatmawati juga dikenal sebagai istri yang baik bagi Presiden Soekarno, sebab baeliau selalu setia mendampingi sang suami dalam berjuang demi kemerdekaan Indonesia.

Untuk itu, sudah sepantasnya Bengkulu memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Ibu Fatmawati yang merupakan Putri asli Bengkulu, yang turut berjuang demi kemerdekaan Indonesia dengan menjahit dan mencetuskan bendera Merah Putih.

"Sudah sepantasnya kita memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada beliau dengan mengabadikan sosok beliau sebagai pahlawan nasional bangsa yang telah berjasa menjahit bendera pusaka sang merah putih," kata Ketua Yayasan Fatmawati Soekarno, Hildawati Maulana Singadekene Hasan Din, Selasa (12/11).

Sementara itu, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengatakan, peresmian patung ini sudah dilaksanakan namun untuk pondasi peletakan patung belum selesai dikerjakan, sebab pengerjaan antara patung dan pondasi dikerjakan secara terpisah.

Rohidin menekankan, bukan sekedar patung Ibu Fatmawati, tetapi peristiwa bersejarah seperti penjahitan bendera Merah Putih itu yang dimonumenkan.

"Patung ini bukan sekedar patung Ibu Fatmawati, tapi peristiwa sejarah itu yang kita monumenkan, yaitu beliau menjahit Merah Putih yabg artinya itu menjadi simbol kedaulatan bangsa dalam bentuk bendera nasional atau bendera pusaka," ungkap Rohidin.

Setelah itu, Patung Ibu Fatmawati ini nantinya akan dikapitalisasi, dijadikan aset dari Bengkulu untuk Indonesia, yang menjadi faktor patung ini dikapitalisasi yakni sejarah dan karya pemahat patung ini.

"Kalau bukan orang Bengkulu yang mengkapitalisasi, nanti orang nggak akan tahu, nggak akan punya nilai, berarti kalau bukan Bengkulu yang mengangkat histori ini, nanti orang akan mengakui, tidak ada duanya Ibu Negara di Dunia ini, yang Ibu negara sekaligus penjahit Bendera suatu bangsa," pungkasnya.

Untuk diketahui, pembangunan patung ini dibangun oleh pihak Yayasan Ibu Fatmawati dan patung Ibu Fatmawati yang tengah menjahit Bendera Merah Putih ini dikerjakan oleh I Nyoman Wate. (Nay)