BENGKULU, eWarta.co – PT Pegadaian berkolaborasi dengan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Bengkulu menjalankan program Merdeka Stunting 2026 sebagai upaya memperkuat pencegahan stunting sejak masa kehamilan. Kegiatan yang digelar pada 19 Agustus 2026 tersebut menyasar sekitar 30 ibu hamil yang merupakan nasabah Pegadaian.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pemeriksaan ultrasonografi (USG) secara gratis, pemberian vitamin, serta edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan selama kehamilan dan pencegahan stunting. Program ini diharapkan dapat mendorong deteksi dini terhadap kondisi kehamilan sekaligus meningkatkan pemahaman ibu mengenai pemenuhan kebutuhan gizi.
Kepala Pegadaian Syariah Bengkulu Heriyadi mengatakan program Merdeka Stunting 2026 tidak hanya dilaksanakan di Kota Bengkulu, tetapi akan diperluas melalui kantor cabang Pegadaian yang berada di kabupaten dan kota se-Provinsi Bengkulu. Ia menilai upaya pencegahan stunting perlu dilakukan secara berkelanjutan, dimulai sejak kehamilan hingga anak berusia dua tahun.
Data tahun 2024 mencatat prevalensi stunting di Provinsi Bengkulu berada di angka sekitar 18,8 persen. Angka tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan prevalensi stunting nasional yang mencapai 19,6 persen, sementara pemerintah menargetkan angka stunting nasional turun menjadi 14 persen pada 2029.
Ketua POGI Bengkulu dr. Taufik Hidayat mengatakan pemeriksaan terhadap ibu hamil dalam program tersebut menjadi tahap awal untuk melakukan skrining kehamilan berisiko. Pemeriksaan juga diarahkan untuk mengetahui lebih dini kemungkinan adanya gangguan pertumbuhan janin.
“Ini merupakan langkah awal untuk skrining. Jika ditemukan pertumbuhan janin terhambat, akan dilakukan intervensi,” ujar Taufik.
Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Sri Nuryanti mengatakan ibu hamil memiliki peran penting dalam upaya pencegahan stunting. Menurutnya, pemeriksaan kehamilan secara rutin, pemenuhan kebutuhan gizi, konsumsi tablet tambah darah, serta dukungan keluarga dan lingkungan perlu terus diperkuat untuk menjaga kesehatan ibu dan tumbuh kembang janin.










