Bengkulu, eWarta.co - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu melakukan pembatasan pembelian minyak goreng (Migor) khusus kemasan sederhana untuk mengantisipasi terjadinya inflasi di daerah.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bengkulu Yenita Syaiful mengungkap pihaknya melakukan pembatasan pembelian Migor curah guna memastikan ketersediaan dan stabilitas harga di pasaran.
"Pembelian Minyakita dibatasi dua liter per orang dan untuk minyak goreng curah 10 liter per orang," kata dia, kemarin.
Yenita mengungkap saat ini banyak kemasan Migor yang dijual di atas harga eceran tertinggi (HET) atau melebihi Rp14 ribu per liter. Bahkan tak sedikit ditemui pedagang kecil menjualnya dengan harga Rp16 ribu hingga Rp18 ribu per liter.
Ketersediaan MinyaKita juga lanjut Yenita dinilai sangat berpengaruh bagi pergerakan harga merk lainnya. Hal ini terlihat setelah mulai kosongnya stok MinyaKita per 12 Februari 2023.
"Sebanyak 236 ton Minyakita di bulan ini telah didistribusikan ke seluruh pasar tradisional di Provinsi Bengkulu melalui distributor. Dalam sepekan, stoknya langsung habis," kata dia.
Sementara itu, pihaknya memastikan ketersediaan Minyakita di Bengkulu saat Ramadhan tercukupi sebab pemerintah pusat akan mengalokasikan Minyakita sebanyak 450 ribu ton se Indonesia.
Sementara itu, salah satu pedagang di pasar Panorama Kota Bengkulu, Gadis menyebutkan saat ini dirinya masih mengalami kesulitan mencari Minyakita di pasaran.
"Terkait dengan kebijakan pembatasan yang dilakukan oleh pemerintah itu menyulitkan kami sebagai pedagang kecil sebab kebutuhan minyak goreng dalam sehari minimal dua liter," sebut dia.









