Pemda Bengkulu Rakor Pengendalian Inflasi

 

Bengkulu, eWarta co - Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama satakeholder terkait mengikuti rapat koordinasi penanganan inflasi, di ruang Pola Kantor Gubernur Bengkulu, Senin (20/02/20223).

Rapat yang diikuti melalui zoom meeting di pimpin oleh kementrian dalam Negeri, Tito Karnavian bersama Asisten II Pemprov Bengkulu, Facriza Razie, dan jajarannya.

Rapat membahas bazar, pengendalian harga, operasi pasar murah, sebagai langkah pengendalian inflasi daerah. 

“Hampir seluruh wilayah di Indonesia bersama pimpinannya dilihat terutama di provinsi Bengkulu yaitu, beras, minyak goreng, bawang merah dan cabe,” kata Facriza.

Lebih lanjut, pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan operasi pasar, sebab kelangkaan minyak bisa terjadi dalam bulan Ramadhan.

"Kami juga akan melakukan gerakan-gerakan lain, bekerjasama dengan Satgas Pangan Polda Bengkulu, turun kelapangan untuk memantau distribusi berjalan dengan baik," kata dia.

Sementara itu dijelaskan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bengkulu, Yenita Syaiful mengungkap fokus pengawasan komoditas inflasi saat ini ada pada beras dan bawang serta cabai. 

Ketiga komoditas pangan tersebut mengalami kenaikan berturut-turut ada Januari hingga Februari ini. 

Pada ketersediaan minyak goreng, Yenita mengatakan pemerintah pusat bakal menambah stok sebanyak 450 ribu ton ke seluruh Provinsi di Indonesia.

"Pada distribusi minyak goreng, ini nanti Kemendag menyuplai Migor jenis MinyaKita, 450 ribu ton ke seluruh daerah," katanya.

Kemudian untuk komoditas beras sendiri pihaknya mengakui masih ketergantungan dengan beras dari Provinsi Lampung, sehingga harus menunggu musim panen untuk bisa menstabilkan harga kembali.