BLITAR, eWarta.co - Pemerintah Desa (Pemdes) Ngeni telah menyalurkan bantuan pangan tahun 2023 dari BULOG dan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Rabu,(19/4/2023) Lokasi penyaluran bantuan tersebut di Kantor Balai Desa Ngeni pada pukul 09.00 WIB - selesai.
Hadir dalam pembagian bantuan beras tersebut, Kepala Desa Ngeni Perangkat desa, 557 Penerima bantuan, Babinsa dan Bhabinkamtibmas.
Kepala Desa Ngeni Iwan Haris Efendi di lokasi Proses penyaluran bantuan pangan, mengatakan dilakukan oleh petugas PT Pos Indonesia dengan dibantu beberapa perangkat Desa Ngeni geni.Kecamatan Wonotirto Kabupaten Blitar.
Program bantuan ini dilaksanakan dengan tujuan menjaga stabilitas harga pangan dan menekan lonjakan inflasi.
Bantuan Pangan beras akan disalurkan kepada 557 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk 3 bulan alokasi yaitu, Maret, April dan Mei. masing-masing keluarga penerima manfaat akan menerima sebanyak 10 kg beras.
BULOG juga berkomitmen untuk menjamin penyaluran bantuan ini secara tepat waktu dan tepat sasaran.
Sebagai informasi, data penerima bantuan ini adalah mereka para KPM BPNT dan PKH sebagai data dasarnya.
Adapun proses penyaluran Bantuan pangan beras di desa ngeni berjalan dengan baik dengan sistem aplikasi.
"Lanjut Iwan Kades Ya, pada proses penyaluran, KPM tidak langsung akan menerima beras begitu saja. Melainkan ada penandatanganan daftar penerima dan dokumentasi per KPM sebagai bahan laporan petugas Pos.
Dalam penyaluran bantuan pangan tahun 2023 PT Pos Indonesia tidak memungut biaya apapun.Jika ada pungutan dari petugas Pos silahkan laporkan dengan menghubungi PIC Kantor Pos Cabang Utama Kantor Pos Cabang yang terdekat dengan melampirkan bukti.” Tegas Iwan Kades Ngeni.
Persyaratan pengambilan bantuan pangan tahun 2023 dengan membawa dan menunjukkan surat undangan, Poto KTP el atau KK asli.
Diharapkan dengan adanya bantuan ini dapat meringankan beban kehidupan masyarakat terutama soal pangan.Secara nasional, menurutnya, bantuan pangan beras ini diberikan kepada 21,3 juta KPM. Ada juga bantuan paket protein ayam dan telur diberikan kepada 1,4 juta KPM dengan balita stunting dengan total senilai Rp 8,2 Triliun.
“Setiap daerah beda-beda. Dari data Bulog di Kabupaten Blitar penerima bantuan pangan beras. Melalui program dan penebalan bantuan sosial tersebut, diharapkan konsumsi rumah tangga khususnya di kelompok masyarakat miskin dan rentan tetap terjaga.(Bas)









