Pemkot Bengkulu Dialog Bersama Juru Parkir, Penataan Parkir Zona 6 Difokuskan untuk PAD dan Kesejahteraan Warga

Create: Tue, 05/05/2026 - 19:34
Author: Admin 3

 

Bengkulu, eWarta.co – Pemerintah Kota Bengkulu menggelar audiensi bersama para juru parkir yang tergabung dalam Gerakan Peduli Perparkiran Bengkulu (GPPB) guna membahas tata kelola parkir di Zona 6 kawasan Pasar Panorama.

Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat DPRD Kota Bengkulu ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua I DPRD Kota Bengkulu Rahmat Widodo dan dihadiri Pj Sekda Kota Bengkulu Medy Pebriansyah, anggota DPRD, para asisten, staf ahli, serta kepala OPD terkait.

Audiensi berlangsung hangat dan penuh keterbukaan, di mana pemerintah kota mendengarkan langsung berbagai aspirasi yang disampaikan para juru parkir terkait pengelolaan parkir di kawasan tersebut.

Para juru parkir juga menyampaikan harapan agar kebijakan penataan yang dilakukan pemerintah tetap memperhatikan keberlangsungan pekerjaan mereka sekaligus menciptakan sistem yang lebih adil dan transparan.

Dalam forum tersebut, Pj Sekda Medy Pebriansyah menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bengkulu sangat mengapresiasi aspirasi para juru parkir sebagai bagian penting dalam pembangunan daerah.

Menurutnya, sektor parkir merupakan salah satu sumber andalan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang memiliki peran strategis dalam mendukung berbagai program pembangunan untuk masyarakat.

“Sektor parkir adalah salah satu andalan PAD kita. Jika pendapatan naik, manfaatnya akan kembali ke masyarakat dalam bentuk pembangunan, seperti perbaikan jalan rusak, drainase, dan penataan kawasan wisata yang tahun ini mulai terasa progresnya,” ujar Medy.

Ia menegaskan, kebijakan penataan parkir yang sedang dijalankan pemerintah bukan bertujuan untuk menyulitkan atau menyengsarakan masyarakat, melainkan untuk memperbaiki sistem pengelolaan agar lebih efisien dan tepat sasaran. Salah satu fokus utama pemerintah adalah memangkas rantai pengelolaan parkir yang dinilai terlalu panjang dan kerap melibatkan pihak-pihak perantara.

“Salah satu fokus kita adalah memangkas rantai ‘juragan’ parkir. Kita ingin agar pengelolaannya lebih efisien, tidak ada lagi tangan ketiga atau keempat, sehingga juru parkir di lapangan tidak tertekan,” tegasnya.

Menurut Medy, dengan sistem pengelolaan yang lebih sederhana dan langsung, para juru parkir akan memperoleh manfaat yang lebih baik tanpa tekanan dari pihak lain, sementara pemerintah juga dapat mengoptimalkan potensi PAD secara maksimal. Penataan ini sekaligus diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan parkir kepada masyarakat.

Lebih lanjut, Medy memastikan bahwa seluruh masukan, keluhan, serta tuntutan tertulis yang telah diterima oleh Walikota Bengkulu maupun jajaran pemerintah kota akan dipelajari secara serius.

Pemerintah membuka ruang evaluasi terhadap kebijakan teknis apabila ditemukan hal-hal yang dianggap kurang tepat atau perlu disempurnakan.

“Pemerintah terbuka terhadap evaluasi. Jika memang ada kebijakan teknis yang perlu diperbaiki, tentu akan kita kaji bersama demi menghasilkan solusi terbaik,” tambahnya.

Audiensi ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Bengkulu untuk membangun tata kelola parkir yang lebih transparan, profesional, dan berpihak kepada kesejahteraan masyarakat. Penataan parkir Zona 6 Pasar Panorama diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan daerah, tetapi juga memberikan perlindungan dan kepastian kerja yang lebih baik bagi para juru parkir sebagai bagian dari roda ekonomi lokal.