BENGKULU, eWarta.co – Pemerintah Provinsi Bengkulu mematangkan arah pengembangan bisnis PT Bengkulu Mandiri agar mampu menjalankan usaha secara profesional dan memberikan kontribusi bagi perekonomian daerah. Salah satu peluang yang dibahas adalah potensi kerja sama dalam pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kobema.
Pembahasan tersebut dilakukan dalam rapat koordinasi yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, di ruang rapat Sekda Provinsi Bengkulu, Kamis (29/10/2026). Rapat ini membahas peluang usaha sekaligus memastikan rencana pengembangan bisnis BUMD tersebut sesuai regulasi dan kewenangan masing-masing instansi.
Dalam rapat itu, Herwan menerima Komisaris PT Bengkulu Mandiri, Ade Wahyuni Hidayati, beserta staf. Turut hadir perwakilan Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Provinsi Bengkulu, UPTD SPAM Kobema, serta Seksi Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman (PLP) dan Air Minum Dinas PUPR Provinsi Bengkulu.
Herwan menegaskan, setiap rencana bisnis PT Bengkulu Mandiri harus melalui kajian yang matang, mulai dari aspek regulasi, kewenangan, kelayakan usaha hingga skema kerja sama. Langkah tersebut diperlukan agar kegiatan usaha tidak tumpang tindih dengan tugas instansi lain dan memiliki prospek yang jelas.
“PT Bengkulu Mandiri perlu melakukan perencanaan yang matang terhadap lini-lini bisnis yang akan dijalankan ke depan. Setiap rencana usaha harus dikaji dengan baik, mulai dari aspek regulasi, kewenangan, hingga peluang kerja samanya, sehingga tidak berbenturan dengan aturan yang telah ada,” ujar Herwan.
Terkait SPAM Kobema, Pemprov Bengkulu mendorong agar potensi kerja sama dikaji lebih lanjut sebelum menentukan bentuk keterlibatan PT Bengkulu Mandiri. Kajian tersebut perlu memperhatikan ketentuan yang berlaku, kelayakan usaha, serta pembagian peran para pihak.
Melalui koordinasi ini, PT Bengkulu Mandiri diharapkan dapat menyusun peta jalan pengembangan usaha dengan menetapkan prioritas berdasarkan potensi dan kelayakan bisnis. Dengan perencanaan yang terukur, perusahaan daerah tersebut diharapkan mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian Bengkulu.
Pemprov Bengkulu juga mendorong pengelolaan BUMD yang profesional, transparan, dan akuntabel. Pengembangan usaha diharapkan dapat membuka peluang ekonomi, menciptakan nilai tambah bagi masyarakat, serta meningkatkan kontribusi terhadap pendapatan daerah.










