Pemprov Bengkulu Optimalkan Diversifikasi Pangan Lokal

giat konsumsi pangan lokal
Create: Fri, 18/09/2020 - 13:24
Author: Alwin Feraro

 

BENGKULU,eWARTA.co -- Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Dinas Ketahanan Pangan menggelar kegiatan bertajuk “Gerakan Diversifikasi Pangan Lokal Melalui Edukasi dan Promosi Sehat dengan Pangan Lokal, Kenyang Tidak Hanya Nasi” di Gedung Daerah Balai Raya Semarak Bengkulu, Jumat pagi (18/9).

Sekda Provinsi Bengkulu, Hamka Sabri mengatakan, pangan merupakan salah satu dari empat kekuatan pertahanan NKRI. Kaerna itu, Bengkulu intens menggelar kegiatan serupa, khususnya mengenai diversifikasi pangan lokal.  

“Pilar pertahanan NKRI itu terdiri dari empat hal yang merupakan satu kesatuan dan tidak dapat dipisahkan dalam sistem pertahanan, yaitu peralatan perang yang canggih, sumber daya manusia yang profesional dalam hal ini TNI/Polri, didukung dengan rasa nasionalisme yang tertanam dalam darah kita, serta adanya lumbung pangan,” papar Sekda dalam kesempatannya sebagai narasumber talkshow diversifikasi pangan bertempat di Ruang Garuda, Gedung Daerah Balai Raya Semarak pagi ini.

Ditambahkan Hamka, diversifikasi pangan bertujuan agar masyarakat tidak terpaku pada satu jenis makanan pokok saja, tetapi juga dapat mengonsumsi bahan pangan lain sebagai pengganti makanan pokok. 

Pangan alternatif ini pun mudah didapatkan dengan pemanfaatan lahan pekarangan yang ada. Masyarakat bisa bercocok tanam berbagai jenis pangan, sehingga akan lebih ekonomis tanpa harus membeli. Salah satunya singkong yang berpotensi besar untuk dikembangkan dalam bentuk produk turunan seperti tepung tapioka dan mocaf.

“Program ini merupakan program nasional yang sasarannya adalah masyarakat luas yaitu kita semua. Oleh karena itu kita harus mulai melaksanakannya, pelan-pelan mengubah kebiasaan kita yang biasanya makan nasi kita imbangi juga dengan makan ketela, ubi jalar, jagung demi mendukung ketahanan nasional,” imbuhnya.

Hal tersebut pun diamini oleh Dr. Putri Suci Asriani, SP, MP dari Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu yang juga menjadi narasumber. Menurutnya, diversifikasi pangan ini harus tetap memperhatikan nilai gizi yang terkandung dalam makanan yang dikonsumsi.

“Yang dimaksud diversifikasi itu bukan hanya mengganti pangan kita dari nasi ke umbi-umbian, jagung atau sebagainya, tetapi juga harus perhatikan asupan gizi yang masuk ke tubuh kita. Karbohidratnya boleh diganti, tetapi tetap diimbangi dengan protein yang bisa kita dapatkan dari ikan, telur, daging, kacang-kacangan dan sebagainya, sehingga tetap seimbang,” demikian Suci. (Adv)