BENGKULU, eWarta.co — Kantor Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bengkulu menyatakan pencarian kapal cepat bersama delapan penumpang yang hilang kontak di perairan Selat Sunda hingga kawasan Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, masih nihil.
Kepala Kantor Basarnas Bengkulu Muslikun Sodik mengatakan pencarian pada Kamis (17/9) merupakan hari ketiga tambahan operasi SAR setelah pelaksanaan operasi selama tujuh hari. Hingga sore, tim belum menemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun delapan penumpang yang terdiri atas lima jurnalis dan tiga awak kapal.
"Hingga sore ini hasil pencarian masih nihil dan kami akan menunggu informasi selanjutnya apakah akan melanjutkan operasi SAR berikutnya atau dihentikan karena merupakan hari ketiga waktu tambahan operasi SAR setelah tujuh hari," kata Muslikun di Kota Bengkulu, Kamis.
Basarnas Bengkulu melaksanakan perbantuan operasi SAR yang dikoordinasikan Kantor SAR Banten. Operasi tersebut melibatkan Basarnas Bengkulu bersama Lanal Bengkulu dan unsur terkait lainnya untuk menyisir wilayah perairan dan pesisir yang diduga berkaitan dengan area pencarian.
Dalam operasi tersebut, Basarnas Bengkulu mengerahkan 25 personel dengan sejumlah alat utama dan sarana pendukung. Peralatan yang digunakan antara lain RB 213 Bengkulu, RIB 01 Bengkulu yang beroperasi di Perairan Enggano, serta tiga unit LTR atau rubber boat untuk penyisiran pesisir Bengkulu dan perairan Enggano.
Sehari sebelumnya, Rabu (16/9), tim Basarnas Bengkulu melakukan penyisiran darat di Pulau Enggano. Pencarian dilakukan dari Dermaga Malakoni hingga wilayah Banjarsari untuk mencari kemungkinan adanya petunjuk terkait kapal dan delapan orang yang hilang.
Selain penyisiran darat, Basarnas Bengkulu menyiapkan pencarian menggunakan RIB yang dibawa dari Kota Bengkulu menuju Pulau Enggano menggunakan Kapal Pulo Tello. Pencarian dilakukan sebagai bagian dari dukungan terhadap operasi SAR yang dikoordinasikan Kantor SAR Banten.
Di sisi lain, Polda Bengkulu telah mengirimkan sampel DNA dari jenazah tanpa identitas yang ditemukan di Pulau Enggano ke Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri (Pusdokkes Mabes Polri). Sampel tersebut akan dicocokkan dengan data DNA keluarga untuk memastikan identitas jenazah.
Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Imam Wijayanto mengatakan proses pencocokan DNA masih menunggu hasil pemeriksaan dari Pusdokkes Mabes Polri. "Terkait pencocokan DNA, untuk jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano saat ini sudah dikirimkan sampel DNA-nya ke Pusdokkes Mabes Polri untuk dicocokkan," ujarnya.
Pemeriksaan terhadap jenazah dilakukan untuk memastikan identitas dan mengetahui kemungkinan keterkaitannya dengan hilangnya lima jurnalis dan tiga awak kapal yang sebelumnya melakukan peliputan aktivitas Anak Gunung Krakatau. Polda Bengkulu menyatakan waktu keluarnya hasil pemeriksaan DNA masih menunggu proses di Pusdokkes Mabes Polri.
Berdasarkan pemeriksaan awal penyidik, jenazah yang ditemukan tersebut diketahui bukan merupakan masyarakat sekitar maupun warga asli Pulau Enggano. Hasil pencocokan DNA nantinya menjadi salah satu dasar untuk memastikan identitas jenazah tersebut.










