Pepulut, Bahan Rahasia Emak-emak Tebat Tenong Luar Ciptakan Cucur yang Gurih

Cucur buatan KPPL Karya Mandiri
Cucur buatan KPPL Karya Mandiri

 

BENGKULU,eWARTA.co --  Siapa yang tidak tahu kue cucur? kuliner khas nusantara ini terkenal di seluruh penjuru negeri. Rasanya yang lezat serta harganya yang terbilang murah menjadikan kue ini lazim dikonsumsi masyarakat.

Kue berwarna coklat tua ini kerap mengisi menu utama masyarakat saat bersantai. Pembuatannya yang gampang menempatkan kue berlobang empat ini bisa dibuat oleh siapa saja. Cukup dengan gula merah, air dan tepung, kue ini siap disajikan.

Tapi jika kita berkunjung ke Desa Tebat Tenong Luar Kecamatan Bermani Ulu Raya Kabupaten Rejang Lebong, kita akan menjumpai tambahan bahan yang membuatnya jadi jauh lebih lezat daripada cucur pada umumnya. 

Tambahan bahan ini ditemukan oleh Ibu-ibu dari kelompok Perempuan Peduli Lingkungan Karya Mandiri. Bahan yang berupa tumbuhan ini berfungsi sebagai pengganti soda yang kerap dijadikan pengembang cucur. Namanya Pepulut atau Urena Lobata.

Tanaman yang bisa tahan di daerah kering ini umumnya tumbuh liar dengan tinggi dapat mencpai lebih dari tiga meter. Pepulut berkerabat dengan gandapura, kapas, bunga sepatu, waru, sidaguri dan cempelak. Pepulut dikabarkan juga bermanfaat untuk mencegah diabetes.

Ibu-ibu KPPL Karya Mandiri mendapati bahan ini dari Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS). Di sana, pepulut tumbuh dan sengaja dirawat untuk kepentingan pembuatan cucur dan lainnya. Kebetulan KPPL Karya Mandiri mendapatkan akses kemitraan dengan pengelola TNKS. 

KPPL Karya Mandiri

Ketua KPPL Karya Mandiri, Eva Susanti mengatakan, Pepulut dimanfaatkan untuk pengembang cucur. Beda dengan soda, pepulut dapat membuat pengembang kue cucur lebih awet. 

"Kalau soda kan biasanya sudah kembang lalu kempes lagi. Nah kalau pakai pepulut lebih tahan," kata Eva, Sabtu (21/11/2020).

Penggunaan pepulut disesuaikan dengan jumlah cucur yang ingin dihasilkan. Seperti tiga perempat gelas pepulut untuk satu kilogram gula merah dan satu kilogram tepung. 

Meracik pepulut yang siap dicampur juga tidak terlalu sulit. Tumbuhan segar yang baru dipetik, diambil daunnya lalu diperas sampai mengeluarkan cairan seperti minyak. Cairan ini dicampur pada gula merah yang telah dihaluskan untuk kemudian dicetak. Seluruh pembuatan dilakukan secara manual. 

"Dicampur airnya dengan bahan yang lain. Baru dibentuk dan dilobangi. Lobangnya juga harus empat, setelah itu baru digoreng," sambung Eva.

Cucur buatan KPPL Karya Mandiri ini telah dijual di hampir seluruh wilayah di Provinsi Bengkulu. Harga satu bungkus berisi lima kue cucur dihargai Rp 5 ribu. Harga yang terbilang sangat murah jika dibandingkan dengan rasa dan manfaatnya yang tingi. (red)