Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak, Poltekkes Bandung dan Pemkab Bogor Gelar Pelatihan Kader Posyandu

Tags


BOGOR, eWarta.co - Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan Bandung melalui Program Studi Keperawatan Bogor kembali mewujudkan komitmen Tri Darma Perguruan Tinggi dengan menggelar program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Mengusung skema Program Kemitraan Wilayah (PKW), kegiatan tahun ini difokuskan di Desa Ciapus, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor.

Acara pembukaan yang berlangsung pada Rabu (19/8/2026) ini mengangkat tema ‘Optimalisasi Peran Kader dalam Layanan Posyandu ILP untuk Meningkatkan Kesehatan Ibu dan Anak di Desa Ciapus’. Program ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan pelaksanaan kegiatan serupa di Desa Tajur dan Desa Pasirmukti, Kecamatan Citeureup, pada tahun sebelumnya.

Kegiatan ini secara resmi dihadiri oleh perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Lilia, S.Gz., Sekretaris Camat Ciomas Saeful Jack Peter, Kepala Puskesmas Ciapus dr. Rinia, serta Sekretaris Desa Ciapus Yani.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Dr. Atik Hodikoh, menjelaskan bahwa kegiatan ini menggunakan pendekatan kolaborasi Pentahelix, yang menyinergikan kekuatan akademisi, masyarakat, pemerintah daerah, dunia usaha dan media.

Tim dosen yang turun langsung ke lapangan turut melibatkan pakar keperawatan dan kebidanan, di antaranya Yupi Supartini, S.Kp., MSN; Dr. Ni Made Riasmini; Nawati, M.Kes; Dwi Susilowati, M.Kes.; serta Dedes Fitria, M.Keb. Mahasiswa Keperawatan dan Kebidanan juga dilibatkan sebagai bentuk praktik lapangan dan pemberdayaan.

Program ini juga mendapat perhatian dan dukungan langsung dari anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Fikri Hudi Oktiarwan, yang mendorong optimalisasi layanan kesehatan berbasis masyarakat.

“Desa Ciapus dipilih sebagai lokasi mitra karena memiliki potensi pemberdayaan yang besar. Terdapat 16 Posyandu dengan total 94 kader yang menjadi garda terdepan kesehatan warga. Saat ini, Puskesmas Ciapus juga telah mulai menerapkan Integrasi Layanan Primer (ILP) yang mencakup layanan manajemen, kesehatan ibu dan anak (KIA), usia dewasa dan lansia, serta penanggulangan penyakit menular,” ungkap Atik Hodikoh.

Namun, Atik mengatakan, di lapangan masih ditemukan sejumlah kendala, seperti belum optimalnya peran kader dan minimnya literasi terkait penerapan ILP secara utuh.

Untuk mengatasi hal tersebut, Atik Hodikoh menyampaikan bahwa program pengabdian ini merancang sejumlah intervensi, meliputi:

* Edukasi dan Pelatihan: Penguatan kapasitas kader mengenai layanan KIA dan pencegahan stunting.

* Praktik Penyuluhan: Melatih kemampuan kader dalam memberikan edukasi kesehatan reproduksi remaja dan gizi keluarga.

* Implementasi dan Pendokumentasian: Membekali kader agar mampu mendokumentasikan serta melaporkan masalah kesehatan ibu dan anak yang membutuhkan rujukan cepat.

Rangkaian kegiatan ini tidak hanya berhenti pada hari pembukaan. Tim Poltekkes Bandung akan terus mendampingi kader Posyandu di Desa Ciapus melalui tahapan implementasi, hingga monitoring dan evaluasi (monev).

“Kolaborasi ini diharapkan menjadi fondasi yang kuat untuk keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat di Desa Ciapus. Melalui peningkatan kapasitas 94 kader Posyandu, warga diharapkan dapat mengakses layanan kesehatan yang lebih responsif, terintegrasi dan tepat sasaran,” ujar Atik.