Persiapan Pemilu 2024, DPW Bulan Bintang Bengkulu Bentuk Pengurus Wilayah dan Cabang

Tags

 

BENGKULU,eWARTA.co -- Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Bulan Bintang (PBB) Bengkulu melakukan konsolidasi sebagai persiapan menghadapi Pemilu tahun 2024 mendatang.

Ketua DPW PBB Bengkulu Abdul Hamid mengatakan saat ini pihaknya terus melakukan pergerakan pembentukan pengurus di tingkat wilayah dan cabang untuk persiapan pemilihan umum (Pemilu) 2024.

"Kami terus melakukan kegiatan, berjuang, bergerak meski dalam keadaan senyap karena memang kondisinya yang saat ini sedang pandemi," kata Hamid, Selasa (10/8/21). 

"Kami juga sedang melakukan pembentukan pengurus di tingkat provinsi (DPW) dan dewan pengurus cabang (DPC), dan saat ini di delapan kabupaten satu kota juga sedang kami lakukan kelengkapan pengurus hingga ke kecamatan (PAC) untuk pemenangan di Pemilu 2024 nanti," tambah Abdul.  

Hamid mengatakan pada pembentukan pengurus di tingkat kecamatan sendiri saat ini 80 dari 128 kecamatan telah terbentuk. 

Hanya saja, lanjut Hamid DPC di Kabupaten Bengkulu Tengah saat ini tengah mengalami revisi kepengurusan lantaran pengurus lama yang vakum. 

"Tahun lalu memang sudah ada pengurusnya, hanya saja karena vakum, sekarang kami sedang mencari calon pengurus yang pas. Memang sudah ada beberapa kandidat yang kami siapkan untuk mengampu jabatan ketua, yang mempunyai visi misi sama dengan partai ini," kata Hamid.

Ia berharap kepengurusan di Bengkulu Tengah akan terbentuk pada ahir Oktober tahun ini. 

Sementara itu pada terget pemenangan di Pemilu 2024, Kepengurusan Abdul Hamid menampik adanya pola yang sama yakni hanya mengurus administrasi, hanya sebatas untuk mengikuti kontestasi namun tak mempunyai target kemenangan. 

"Targetnya, 2024 kita punya nama, minimal di provinsi itu ada beberapa daerah pemilihan (Dapil) yang memang sudah diidentifikasi berpotensi untuk mewakili wilayahnya" kata Hamid.

Wilayah berpotensi tersebut terang Hamid yakni di dapil Rejang Lebong, Lebong dan Bengkulu Selatan, Kaur dan Kota Bengkulu sebagai pilot project dengan target menduduki kursi eksekutif dan legislatif. (Bisri)