Perwakilan Bengkulu Terpilih jadi Presidium Nasional di Kongres GEMA PETANI Nasional

Perwakilan Bengkulu Terpilih jadi Presidium Nasional di Kongres GEMA PETANI Nasional
Create: Fri, 26/02/2021 - 17:29
Author: Alwin Feraro
Tags

 

BENGKULU,eWARTA.co -- Kongres I Nasional Gerakan Mahasiswa Petani Indonesia (Gema Petani) Serikat Petani Indonesia (SPI), sedang berlangsung di Jambi tanggal 24–26 Februari 2021.

Dalam kesempatan itu, Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Bengkulu, Serikat Petani Indonesia (SPI) mendelegasikan, Sasty Deli Putry (mahasiswa IAIN Curup), Nando Kaisar  (mahasiswa IAIN Curup), Devi Rama Utami (mahasiswa IAIN Curup), dan Ricki Pratama Putra (mahasiswa Unib), pada kongres perdana tersebut. 

Kongres yang berlansung selama tiga hari tersebut berjalan lancar, dan salah satu hasil Kongres Gema Petani adalah menetapkan 5 orang Presidium Nasional Terpilih dari berbagai wilayah. Salah satu utusan dari Bengkulu atas nama Ricki Pratama Putra terpilih sebagai Presidium Nasional Terpilih Gema Petani Indonesia. 

Adapun kelima presidium Nasional adalah M Iqbal Hambali (Kalimantan Selatan), Ricki Pratama Putra (Bengkulu), Yogi E Sikumbang (Jambi), Anas Sodikin (Jawa Barat), Fidelis Roi Sipriadi ( Nusa Tenggara Timur).

Dewan Perwakilan Wilayah Bengkulu (DPW) Serikat Petani Indonesia (SPI) Hendraman Aley mengatakan Gema Petani merupakan langkah perjuangan kawan-kawan mahasiswa petani untuk menjadi kaum intelektual yang berjuang bersama petani Indonesia, untuk memperoleh kebebasan dalam menyuarakan pendapat, berkumpul dan berorganisasi guna memperjuangkan hak-haknya yang masih saja termarjinalkan.

Kongres Nasional Gema Petani Indonesia adalah puncak aspirasi mahasiswa secara nasional yang meneriakkan aspirasi rakyat khususnya Petani agar tidak terjadi pelanggaran penindasan. 

Diharapkan, kegiatan ini dapat menambah wawasan serta semangat bagi para anggota Gema Petani Provinsi Bengkulu agar kemudian dapat bermanfaat bagi masyarakat.

"Semoga dengan Gema Petani Indonesia ini dapat menjadi agen perubahan dalam kehidupan sosial, politik, ekonomi dan budaya. Mahasiswa haruslah mampu meneguhkan kembali fungsi dan perannya sebagai inisiator, artikulator, sekaligus organisator dari perubahan sosial khususnya," ujar Hendarman Aley.

Kedepan Gema Petani Indonesia yang digerakkan mahasiswa secara nasional ini juga merupakan satu-satunya komunitas yang paling dinamis dalam menangkap dan mengakomodasi sebuah perubahan serta paling harmonis dalam menyuarakan pendapat. Sebab, mahasiswa adalah asosiasi dari kejujuran, integritas dan semangat moral. Dalam diri mahasiswa, juga terdapat kumpulan calon cendekiawan, pahlawan, negarawan, serta profesi lainnya.

Kemudian Ricki Pratama Putra, selaku salah satu presidium nasional terpilih mengatakan, bahwa Gema Petani akan menjadi alternatif dan warna baru dalam perjuangan para mahasiswa. 

"Gema Petani akan menjadi warna baru yang akan mewarnai gerakan mahasiswa Indonesia, menjadi sebuah gerakan yang memiliki kejelasan visi perjuangan dan kejelasan keberpihakan," katanya.

Kemudian terus melakukan kerja-kerja protes terhadap segala penyimpangan dan penindasan, menjadi juru bicara kekuatan progresif yang akan terus berupaya mengukuhkan reforma agraria sejati, membangun pertanian agroekologi, manjalankan ekonomi kerakyatan melalui koperasi untuk mewujudkan kedaulatan pangan.

"Maka dari itu sebagai seorang intelegensia kami mengajak seluruh mahasiswa Indonesia untuk bergabung dalam barisan Gema Petani sehingga kita selaku mahasiswa tidak hanya urun angan dan melahirkan gagasan, atau hanya memikirkan persoalan. Tapi turun tangan dan mengupayakan perubahan. Tanpa petani tak ada pangan, tanpa gerakan mahasiswa tak ada perubahan" kata Ricki. (Bisri)