BENGKULU, eWarta.co – Universitas Bengkulu (Unib) menggelar PGSD Expo ke-17 dengan melibatkan sekitar 1.000 peserta dari 150 sekolah dasar di Provinsi Bengkulu serta berbagai instansi dan perguruan tinggi. Kegiatan bertema “Harmoni Budaya di Tepian Samudera” ini berlangsung pada 16–23 Oktober 2026 di Kampus III Unib, Jalan Cimanuk KM 6,5, Kota Bengkulu.
Rektor Unib, Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P., M.Si., secara resmi membuka kegiatan tersebut pada Jumat (16/10/2026). Ia mengapresiasi penyelenggaraan PGSD Expo yang memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan kreativitas, mengenali potensi diri, dan membangun keberanian berkompetisi.
Menurut Indra, kegiatan ini memiliki nilai pendidikan karena keberhasilan anak tidak hanya diukur dari kemenangan dalam perlombaan, tetapi juga dari kepercayaan diri, sportivitas, dan kemampuan menghargai orang lain.
“Piala memang menyenangkan, tetapi keberanian mencoba dan persahabatan akan kalian bawa lebih lama,” ujar Indra saat memberikan sambutan.
Koordinator Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FKIP Unib, Dr. Dwi Anggraini, S.Sn., M.Pd., mengatakan PGSD Expo ke-17 menjadi momentum untuk memperkuat peran kegiatan mahasiswa dalam mengembangkan potensi anak sekaligus melestarikan budaya lokal.
Ia menjelaskan, tahun ini PGSD Expo menghadirkan 15 mata lomba, terdiri atas 10 cabang untuk peserta tingkat sekolah dasar dan lima cabang untuk kategori umum serta kompetisi berskala nasional. Kegiatan tersebut diharapkan membuka kesempatan lebih luas bagi peserta untuk mengukur kemampuan, bertukar pengalaman, dan memperkenalkan potensi budaya Bengkulu.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin memberikan ruang bagi generasi muda untuk berani tampil, berkompetisi, berkreasi, serta mengembangkan bakat dan kemampuan mereka,” kata Dwi.
Selain perlombaan, pembukaan PGSD Expo dimeriahkan pertunjukan tari kreasi dan musik dol, yang merupakan salah satu identitas budaya Provinsi Bengkulu. Penampilan tersebut menjadi bagian dari upaya mengenalkan seni tradisional kepada generasi muda di tengah perkembangan zaman.
Dwi menambahkan, PGSD Expo juga menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa calon guru untuk berinteraksi langsung dengan anak-anak, memahami perbedaan karakter dan kemampuan, serta membangun lingkungan belajar yang menyenangkan dan inklusif.
Dari sisi partisipasi, Ketua Panitia PGSD Expo ke-17, Hafids, menyebutkan kegiatan ini diikuti sekitar 1.000 peserta. Selain pelajar dari sekitar 150 sekolah dasar di Bengkulu, kegiatan tersebut melibatkan kurang lebih 30 instansi, termasuk SMA dan perguruan tinggi dari dalam maupun luar provinsi serta peserta kategori umum.
Menurut Hafids, PGSD Expo tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana mempererat hubungan antarpeserta. Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti perlombaan dengan menjunjung tinggi sportivitas dan menjadikan kegiatan tersebut sebagai kesempatan membangun persaudaraan.
PGSD Expo ke-17 juga memperkuat wawasan internasional di lingkungan akademik. Dwi menyampaikan bahwa PGSD Unib telah menerima mahasiswa internasional bernama Zakariyya dari Sierra Leone, sedangkan Saira Batool dari Pakistan dijadwalkan menyusul setelah menyelesaikan proses perizinan keberangkatan.
Kehadiran mahasiswa internasional tersebut diharapkan memperluas interaksi lintas budaya dan mendukung terciptanya lingkungan akademik yang inklusif serta berwawasan global.
Melalui rangkaian kegiatan hingga 23 Oktober 2026, PGSD Expo ke-17 diharapkan menjadi wadah kolaborasi antara kampus dan masyarakat dalam mendorong kreativitas, prestasi, pembentukan karakter, serta pelestarian budaya daerah.










