PMI Provinsi Bengkulu Gelar Musprov IX, Gubernur Tegaskan Dukungan Tanpa Kompromi untuk Kemanusiaan

Create: Mon, 02/03/2026 - 14:30
Author: Admin 3

 

Bengkulu, eWarta.co -- Musyawarah Provinsi (Musprov) ke-IX PMI Provinsi Bengkulu Tahun 2026 resmi dibuka di Aula Merah Putih, Kantor Gubernur Bengkulu, Senin (2/3). Forum lima tahunan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat arah gerak organisasi kemanusiaan di Bumi Rafflesia.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), perwakilan PMI Pusat, pengurus PMI dari 10 kabupaten/kota, serta para koordinator relawan. Musprov menjadi ruang evaluasi kepengurusan periode 2021–2026 sekaligus penentuan kepemimpinan baru untuk masa bakti 2026–2031.

Sebagai agenda yang diamanatkan dalam AD/ART organisasi, Musprov tak sekadar memilih ketua baru. Forum ini juga membahas laporan pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya dan merumuskan program kerja lima tahun ke depan yang diselaraskan dengan hasil Musyawarah Nasional serta kebutuhan riil masyarakat Bengkulu.

Sepanjang 2021–2026, PMI Provinsi Bengkulu menjalankan berbagai program kemanusiaan dengan dukungan hibah APBD, Bulan Dana, CSR, serta partisipasi berbagai pihak. Salah satu capaian penting adalah mulai beroperasinya Unit Transfusi Darah pada 2022, yang memperkuat layanan ketersediaan darah di daerah.

Saat banjir melanda sejumlah wilayah pada November 2025, PMI juga terlibat aktif dalam tanggap darurat melalui pengiriman relawan, distribusi logistik, serta penyediaan armada air bersih bagi warga terdampak.

Dalam sambutannya, Gubernur Bengkulu menekankan bahwa pemerintah tidak boleh abai terhadap persoalan sosial dan kebencanaan yang dihadapi masyarakat.

Ia mengingatkan bahwa Bengkulu termasuk wilayah rawan bencana, sehingga kesiapsiagaan dan kolaborasi menjadi kunci meminimalkan dampak risiko.

Menurutnya, PMI merupakan mitra strategis pemerintah dalam menjalankan misi kemanusiaan. Meski dilakukan efisiensi anggaran sekitar Rp400 miliar dari total APBD Rp2,7 triliun, alokasi untuk PMI dipastikan tetap dipertahankan.

“Komitmen terhadap kemanusiaan tidak boleh berkurang,” tegasnya.

Selain mendukung PMI, Pemerintah Provinsi Bengkulu juga mengalokasikan anggaran untuk pengadaan ambulans desa serta merevitalisasi fasilitas rumah sakit guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Pendekatan pelayanan yang dikembangkan tidak hanya menitikberatkan aspek medis, tetapi juga kenyamanan dan penghormatan terhadap pasien.

Di sisi lain, koordinasi dengan pemerintah pusat terus diperkuat guna memperoleh dukungan program dan tambahan anggaran, termasuk untuk sektor pertanian, kesehatan, dan penguatan ekonomi desa melalui program Koperasi Merah Putih.

Mengakhiri sambutannya, Gubernur berharap Musprov IX menjadi forum konsolidasi yang solid dan menghasilkan kepengurusan yang mampu memperkuat peran PMI di tengah masyarakat.

Dengan demikian, Musyawarah Provinsi ke-IX PMI Provinsi Bengkulu Tahun 2026 resmi dibuka, menandai babak baru penguatan gerakan kemanusiaan di daerah.