BENGKULU, ewarta.co - Menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI 2019-2024, pada hari sabtu pagi (19/10) di Rumah Jala 153 kawasan Pantai Panjang Kota Bengkulu, PMPG Bengkulu menggelar Focus Grup Discusion (FGD), outbond dan deklarasi dukungan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI 2019-2024, dengan tema kontribusi pemuda PMPG dalam membangun bangsa menuju Sumber Daya Manusia Unggul Indonesia Maju.
Mantan Ketua PMPG Bengkulu, Didit Putra, mengatakan Pemuda dari Padang Guci terkenal dengan pemuda yang keras dan sering anarkis, oleh sebab itu adanya PMPG ini sebagai wadah untuk dapat berkomunikasi dengan baik, tingkah laku yang baik dan dapat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.
Lanjut Didit, PMPG Bengkulu merupakan gabungan dari mahasiswa yang ada di beberapa kampus se Kota Bengkulu yaitu Unib, Dehasen, IAIN Bengkulu, Poltekes Kemenkes Bengkulu, UMB dan Unihaz. Kepala Prodi Jurusan Hukum Syariah IAIN Bengkulu/Pembina PMPG Bengkulu, Hery Gusmansyah mengatakan bahwa Pemuda berperan dalam merebut kemerdekaan RI yang ditandai dengan hari sumpah pemuda pada 28 Oktober 1928.
Untuk kondisi saat ini sebagai pemuda kita tidak lagi memegang senjata untuk membela bangsa dan negara namun cukup dengan tidak menyebarkan pemberitaan hoax, tidak anarkis dalam menyampaikan aspirasi.
Lanjut Hery, Sebagai pemuda harus dapat menjadi pengontrol sosial dan memberikan pemikiran yang baik bagi masyarakat. Pemuda harus ikut dan bergabung dengan organisasi, sehingga bisa membedakan antara yang baik dengan yang buruk dalam bersosialisasi.
"Tantangan pemuda kedepan semakin berat, perlu adanya pembinaan yang benar dan terarah kepada para pemuda tentang cara pergaulan/bersosialisasi dan menyikapi situasi dan kondisi bangsa saat ini," tutup Hery.
Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Cabang Bengkulu/Narasumber, Rigen Sudrajat mengatakan Demonstrasi/menyampaikan aspirasi di muka umum dilindungi oleh Undang-Undang namun sebagai pemuda kita harus mengetahui terlebih dahulu apa tuntutan yang disampaikan.
Oleh sebab itu sebagai mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi harus sesuai dengan aturan dan tidak anarkis. Demonstrasi merupakan tindakan terakhir yang disampaikan dalam menyampaikan suatu aspirasi kepada Pemerintah.
Oleh sebab itu sebaiknya lebih diutamakan dengan cara beraudiensi dan berdiskusi terlebih dahulu, ungkap Rigen.
Kegiatan dihadiri oleh Mantan Ketua PMPG Bengkulu/Narasumber, Didit Putra, Kepala Prodi Jurusan Hukum Syariah IAIN Bengkulu/Pembina PMPG Bengkulu/Narasumber, Hery Gusmansyah, Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Cabang Bengkulu/Narasumber, Rigen Sudrajat, Plh. PMPG Bengkulu, Aan Sugiman, dan diikuti sekitar 50 orang anggota PMPG Bengkulu.
Adapun pernyataan sikap dan deklarasi oleh PMPG Bengkulu antara lain:
* Kami PMPG Bengkulu siap berkontribusi dan bersinergi yang positif dalam program Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah untuk membangun kemajuan bangsa kedepannya.
* Kami PMPG Bengkulu mendukung dan mengawal pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI 2019-2024, Jokowi-Ma'ruf agar berjalan dengan lancar dan kondusif.
* Kami PMPG Bengkulu, selanjutnya mengawal janji politik Jokowi-Ma'ruf 5 tahun kedepan dapat terealisasi dan memimpin Indonesia sesuai amanat UUD 1945. (BN)









