BENGKULU,eWARTA.co - Sistem Layanan Administrasi Warga Elektronik (SLAWE) yang dihadirkan oleh Dukcapil kota Bengkulu melalui pojok-pojok pelayanan dukcapil yang berada di Kelurahan ternyata belum sepenuhnya berjalan dengan optimal.
Lasmi Party selaku Lurah Surabaya, Kota Bengkulu mengatakan, bahwa kelurahan jembatan kecil sudah menerapkan program online melalui 'aplikasi Slawe' ini, akan tetapi belum sepenuhnya optimal dikarenakan ada beberapa masyarakat yang memilih datang ke dukcapil langsung.
"Pelaksanaannya sudah sekitar 70 persen, karena terkadang masyarakat juga ada yang langsung ke dukcapil tetapi jika ingin membuat disini juga bisa memakai laptop disini atau kami yang mengingputnya juga boleh", Ujar Lasmi Party, Jumat (25/2/2022).
Kemudian, untuk kendala program tersebut tidak ada tetapi justru masing-masing masyarakat yang terkadang memilih mengurus sendiri dokumen tanpa melalui kelurahan.
"Sebenarnya yang justru menjadi kendala adalah jaringan serta peralatan yang terbatas akan tetapi ini juga bisa melalui handphone, secara teknis hampir tidak ada kendala cuma terkadang kita sudah menyarankan untuk kita yang mengurusnya tetapi tetap saja ada yang ingin datang sendiri ke dukcapil kan", jelasnya. (Septi).









