BENGKULU,eWARTA.co -- Potensi zakat di Provinsi Bengkulu dihimpun melalui ribuan ASN dan karyawan swasta yang tersebar di Provinsi Bengkulu mencapai Rp 300 miliar pertahun.
"Selain ASN dan karyawan swasta juga potensi itu dihimpun dari penghasilan pribadi lainnya. Jika setiap tahun potensi itu dihimpun maksimal, kami yakin kita bisa mengentaskan fakir miskin di Bengkulu,’’ kata Kasi Pemberdayaan Zakat Kementerian Agama Bengkulu, Septy Veronica, Kamis (10/6/21)
Namun disayangkan dalam realisasinya, total jumlah penghimpunan zakat di Bengkulu belum maksimal dan realisasinya hanya tercapai Rp27 miliar sejak bulan Januari hingga Mei tahun ini.
"Dilihat potensinya, kalau semua masyarakat berzakat, maka hitungan kita sejak Januari hingga Bulan Mei ini sudah mencapai Rp150 miliar," kata dia.
Hal ini menurut Septy, Kesadaran masyarakat dalam membayar zakat masih terhitung rendah juga belum tumbuhnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).
"Setiap tahun kami melakukan audit syariah terhadap laporan keuangan dan adminitrasi BAZNAS Provinsi maupun pengelolaan lembaga zakat Kabupaten/Kota se-Provinsi. Hasilnya, kami menemukan bahwa pengurus lebih memprioritaskan biaya operasional dari pada menyalurkan kepada penerima," ungkap Septy.
Karenanya, lanjut Septy, untuk menumbuhkan kepercayaan kepada masyarakat, kedepan pengelolaan keuangan BAZNAS harus professional dan transparan.
Padahal tambah dia, jika melihat kebermanfaatan zakat bukan hanya pada urusan menopang kebutuhan keagamaan tapi juga pada bidang pendidikan sosial dan ekonomi masyarakat. (Bisri)









