PPDB, 5 Kabupaten di Bengkulu Bisa Laksanakan Belajar Mengajar Tatap Muka

Plt Kepala Dinas Dikbud provinsi Bengkulu, Eri Yulian Hidayat.
Plt Kepala Dinas Dikbud provinsi Bengkulu, Eri Yulian Hidayat.

 

BENGKULU, eWARTA.co -- Proses Belajar Mengajar di wilayah Provinsi Bengkulu yang sudah dinyatan Zona Hijau Covid-19 sudah boleh dilaksanakan secara tatap muka pada 13 Juli 2020.

Hal ini sesuai dengan Surat Edaran (SE) Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah Nomor :420 / 572 / DIKBUD / 2020 Tentang Penyelenggaraan Pembelajaran Pada PUD/TK/RA/TKLB, SD/MI/PAKET A, SMP/MTS/PAKET B, SMA/MA/PAKET C, SMK/MAK, SLB Negeri dan Swasta Tahun Pelajaran 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19 di Provinsi Bengkulu.

Dijelaskan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Bengkulu, Eri Yulian Hidayat, untuk daerah yang telah dinyatakan Zona Hijau Covid-19 sudah bisa melakukan proses belajar mengajar secara tatap muka di Sekolah.

Namun, dalam tatanan kehidupan baru ini, proses belajar mengajar tatap muka tetap harus mentaati protokol kesehatan. Untuk itu, Sekolah diwajibkan menyiapkan tempat cuci tangan atau hand sanitizer, jaga jarak antar siswa, siswa memakai masker untuk para peserta didik sebelum masuk ruangan belajar, serta para peserta didik maupun guru yang mengajar harus mengenakan masker.

"Sesuai dengan Surat Edaran Gubernur bahwa yang Zona Hijau sudah bisa melaksanakan sekolah namun tetap harus melalui protokol kesehatan, sekolah harus menyiapkan tempat cuci tangan, hand sanitizer dan menggunakan masker, saat belajar di sekolah juga tetap jaga jarak, teknis pelaksanaannya juga dilakukan oleh sekolah, seperti belajar disekolah dilberlakukan shift, dari biasanya 45 menit jadi 25 menit," katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Jum'at (10/7).

Lebih lanjut dijelaskan Eri, begitupun untuk peserta didik baru, pada 13 Juli 2020 nanti juga akan masuk sekolah dan juga melaksanakan Mos.

"Untuk daerah yang masih Zona Kuning, pelaksanaan Mos nya itu bisa dilakukan secara Daring, di Bengkulu hanya lima daerah yang Zona Hijau, yakni Kabupaten Seluma, Bengkulu Selatan, Kaur, Lebong dan Kabupaten Mukomuko. Mudah - mudahan dalam waktu dekat semua daerah sudah Zona Hijau, agar anak-anak seluruhnya sudah bisa sekolah lagi, tatap muka dengan guru di sekolah, karena berbeda belajar dirumah dengan belajar dengan guru disekolah," tandasnya.

Adapun poin-poin penting dalam isi Surat Edaran Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah tersebut adalah:

1. Tahun Pelajaran 2020/2021 pada Pendidikan Anak Usia Dini. Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah dimulai pada tanggal 13 Juli 2020.

2. Satuan pendidikan yang berada di Provinsi Bengkulu di daorah ZONA KUNING, ORANYE dan MERAH. dilarang meiakukan proses pembelajaran tatap muka di aatuan pendidikan dan tetap melanjutkan kegiaton Belajar Dari Rumah (BDR) secara Daning/Online/tuning/Modul dan atau sejenisnya, dengan memanfaatkan segala sumber daya yang dimiliki.

3. Satuan pendidikan yang berada di daerah ZONA HIJAU dapat melakukan pembelajaran talap muka di satuan pendidikan setelah mendapatkan izin dan perterintah daerah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu atau Kabupaten/Kota. Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu dan Kantor Kementeran Agama Kabupaten/Kota sesuai kewenangannya berdasarkan persetujuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 wilayah masing masing.

4. Pembelajaran tatsp muka di satuan pendidikan yang berada di daerah 20NA HIJAU dilaksanakan melalu dua fase sebagai berikut : a. Masa Tranaisi 1) Bertangsung selama 2 (dua) bulan sejak dimulainya pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan 2) Jadwal pembelaaran mengenai jumlah han dalam seminggu dan jumlah jam belajar setiap han dilakukan dengan pembagian rombongan belajar (shift) yang ditentukan oieh satuan pendidikan dengan tetap memperhatikan kondisi kesehatan dan keselamatan warga satuan pendidikan b. Masa Kabiasaan Baru Setelah masa transisi selesai apabila daerahnya tetap dikatagorikan sebagai daerah ZONA HIJAU maka satuan pendidikan masuk dalam masa kebiasan baru.

5. Sekoah dan madrasah berasrama yang berada di daerah ZONA HIJAU diarang membuka arama dan melakukan pembelajaran tatap muka di satuan pendidkan asrama masa taransisi. Pembukaan asrama dan pembelajaran tatap muka di saluan pendidkan dilakukan secara bertahap pada masa kabiasaan baru.

6. Bagi pendidkan yang sudah memula penbelaaran tatap muka di satuan yang berada di daerah ZONA HIJAU onang tuawai peserts didk selap untuk melakukan BDR bagi anaknya.

7. Pemerintah Daerah, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, danlatau Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota sesuai dengan kewenangannya pada ZONA HIJAU wajib menutup kembali pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan dan melakukan BDR apabila terindikasi dalam kondisi tidak aman atau tingkat risiko daerahnya berubah.

8. Pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan yang berada di daerah ZONA HIJAU harus dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketal dan termonitor dengan membudayakan pola hidup bersih dan sehat dalam rangka pencegahan dan pengendalian COVID-19.

9. Peserta didik yang berasal dari daerah ZONA KUNING, ORANYE, atau MERAH dan kemudian pindah ke ZONA HIJAU tempat satuan pendidikan berada harus melakukan isolasi mandiri selama 14 (empat belas) hari setelah kepindahan dan sebelum melakukan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan. (Red)