PPMINI Terapkan Format Baru Program Muhadarah

 

Padang Pariaman, eWarta.co – Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Nurul Ikhlas (PPMINI) kembali menggelar kegiatan Muhadarah yang menjadi salah satu program unggulan bagi para santri, Rabu malam (8/4/2026). Kegiatan ini merupakan Muhadarah pertama pada tahun ajaran 2026/2027.

Muhadarah yang rutin dilaksanakan setiap pekan tersebut menjadi wadah bagi santri untuk melatih kemampuan berpidato, meningkatkan keberanian tampil di depan umum, serta memperdalam penguasaan materi keagamaan.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 19.00 WIB hingga 22.00 WIB itu berjalan meriah dan penuh semangat. Para santri dari berbagai tingkatan terlihat antusias mengikuti rangkaian acara dengan dukungan para guru tuo di lingkungan pesantren.

Pada awal tahun ajaran baru ini, pelaksanaan Muhadarah hadir dengan format yang berbeda. Program tersebut kini dibagi menjadi tiga tingkatan, yakni tingkat Tsanawiyah (pemula), tingkat Aliyah (dewasa), dan tingkat Takasus (tingkatan khusus).

Koordinator Muhadarah PPMINI, Tuo Andika, mengatakan perubahan sistem tersebut membawa dampak positif terhadap semangat para santri.

“Dengan sistem terbaru ini, kami melihat santri lebih antusias dari sebelumnya, khususnya di tingkat Takasus yang kami rancang menggunakan sistem poin. Panitia juga membuat dan menempelkan bracket poin Muhadarah di mading PPMINI agar seluruh santri dapat memantau perkembangan mereka,” ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima media ini.

Menurutnya, inovasi tersebut diharapkan dapat membuat kegiatan Muhadarah semakin menarik sekaligus mendorong semangat kompetisi yang sehat di kalangan santri.

Sistem baru ini dinilai mampu menumbuhkan motivasi positif. Para santri tidak hanya berlomba untuk tampil, tetapi juga berusaha menyampaikan materi terbaik dengan percaya diri di hadapan rekan-rekan dan para pengasuh pesantren.

Pimpinan PPMINI, Tk. Abdul Jamil Al Rasyid S.Hum, turut mengungkapkan rasa haru atas semarak kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa Muhadarah merupakan program istimewa yang digagas langsung oleh almarhum ayahnya, H. Sulkani TK Sutan, pendiri pondok pesantren.

“Malam ini adalah malam penuh rahmat dan berkah dari Allah SWT. Pelaksanaan Muhadarah selalu dinanti para santri dengan antusiasme tinggi. Program ini merupakan warisan dari ayah saya tercinta, H. Sulkani TK Sutan. Beliau adalah sosok yang selalu mendukung kegiatan positif yang membentuk karakter santri,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para guru tuo dan alumni yang terus memberikan dukungan terhadap perkembangan PPMINI.

“Saya berterima kasih kepada para guru tuo yang dengan sabar dan istiqamah membimbing para santri, baik dalam kegiatan mengaji maupun Muhadarah. Dukungan mereka memastikan nilai-nilai yang diwariskan oleh pendiri PPMINI tetap terjaga,” tuturnya.

Muhadarah tidak hanya menjadi sarana pelatihan retorika bagi para santri, tetapi juga menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah di lingkungan pesantren. Dengan semangat kebersamaan dan kompetisi yang sehat, tradisi Muhadarah di PPMINI diharapkan terus berkembang dalam membentuk karakter serta kepemimpinan santri di masa depan.