Rakerprov KONI Bengkulu Matangkan Kesiapan Atlet Berlaga di PON Papua

Rakerprov KONI Bengkulu Matangkan Kesiapan Atlet Berlaga di PON Papua
Create: Wed, 19/05/2021 - 13:54
Author: Alwin Feraro

 

BENGKULU,eWARTA.co -- Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bengkulu melaksanakan Rapat Kerja Provinsi (Rakerpov) beragendakan pematangan kesiapan atlet yang akan berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua.

Rakerprov dibuka oleh Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah ini berlangsung virtual serta dihadiri 42 peserta dari 50 anggota KONI Bengkulu dengan penerapan protokol kesehatan ketat, Rabu (19/5/21)

Gubernur Rohidin dalam sambutannya mengatakan pelaksanaan Rakerprov KONI Bengkulu 2021 dipandang sangat penting dan strategis khususnya dalam rangka menghadapi PON XX/2021 yang akan dilaksanakan pada Oktober 2021.

Apalagi dengan adanya permasalahan internal di tubuh KONI terhadap kepengurusan pimpinan yang beberapa waktu sebelumnya mengalami kekosongan justru akan berdampak pada pengelolaan administrasi kesiapan berlaga di PON. 

"Namun dengan kesigapan pengurus KONI Pusat atas penunjukan Pelaksana Tugas Ketua KONI Bengkulu, dampak serius pada keberangkatan kontingen cabang olahraga dapat diatasi," kata Rohidin

Sebelumnya, pada 5 Mei 2021 KONI Bengkulu telah melaksanakan rapat koordinasi dengan pemerintah beserta cabang olahraga yang lolos PON XX/ 2021 Papua. 

Namun atas pertimbangan wabah pandemi COVID-19, keamanan dan anggaran yang terbatas akhirnya gubernur, disepakati pengurus KONI Bsngkuku, memberangkatkan 56 kontingen terdiri dari 37 atlet dan 19 pelatih. 

Di mana dari jumlah tersebut terdiri dari 14 cabang olahraga (Cabor) dibiayai pemerintah dengan anggaran sebesar Rp4 miliar, dan 1 cabor bulu tangkis berangkat dengan biaya sendiri.

"Untuk itu diprioritaskan pengiriman atlet yang benar-benar berpotensi mendapatkan medali emas, perak, dan perunggu pada nomor perorangan atau individu dan terukur," kata Rohidin. 

Dari arahan tersebut, Plt Ketua KONI Provinsi Bengkulu Sanaludin mengatakan melalui kajian dari Badan Pembinaan Prestasi menentukan cabor dan atlet yang akan diberangkatkan yakni binaraga, angkat besi, muaythai, tenis lapangan, atletik, gulat, tinju, selam, billiar, kempo, panjat tebing,karate, silat, bola voli dan bulu tangkis.

Selanjutnya pada pengamanan para kontingen, pemerintah turut memberangkatkan 15 personel TNI dan Polri mengawal para atlet berlaga di ajang tersebut.

Demikian terhadap prestasi atlet dan pelatih yang telah berjuang meraih medali diajang Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) 2019 lalu, pemerintah akan memberikan penghargaan berupa reward terinci medali emas Rp250 juta, medali perak Rp150 juta, medali perunggu Rp100 juta, dan medali emas beregu lebih dari lima atlet masing-masing atlet sebesar Rp75 juta.

Kemudian pada medali perak beregu lebih dari lima masing-masing atlet menerima reward sebesar Rp 50 juta, medali perunggu beregu lebih dari lima atlet masing-masing atlet menerima sebesar Rp25 juta. (Bisri)