SELUMA, ewarta.co - Pasca banjir yang melandah lima desa di Kecamatan Talo dan Seluma Selatan, saat ini 144 Kepala Keluarga (KK) yang terkena dampak banjir tersebut memerlukan bantuan air bersih untuk konsumsi.
Ini karena sumur yang dimiliki warga saat ini belum dapat digunakan, karena airnya masih keruh dan banyak dimasuki sampah yang terbawa arus banjir tersebut.
‘’Kalau untuk saat ini air bersih itulah yang kami butuhkan pak. Mohon kepada dinas terkait untuk memperhatikan keluhan dan permintaan kami ini,’’ kata Kades Pasar Seluma, Hertoni Sabtu (10/11).
Untuk keperluan memasak dan minum, saat ini warga membeli air galon.
Sementara untuk mandi, mengungsi ke tempat keluarga terdekat yang tidak terkena dampak banjir.
‘’kami atas warga yang terdampak banjir membutuhkan bantuan dan perhatian dari pemerintah daerah setempat, pasalnya hingga saat ini sumur kami kotor dan keruh belum layak untuk di konsomsi, sementara jika terus membeli, tidak semua warga yang memiliki uang cukup untuk membeli setiap hari,’’ ujarnya.
Hal senada juga disampaikan mantan Kades Lubuk Gio, Kecamatan Talo Zusmiwati.
Untuk mencukupi kebutuhan air bersih, warga terpaksa harus meminta bantuan kepada warga desa tetangga yang tidak terkena dampat banjir ini.
‘’Kalau terus minta kan malu juga, Untuk itu kami sangat mengharapkan bantuan air bersih, kalau bisa jangan air kemasan tetapi tetapi datangkan tangki ke desa kami ini,’’ terang Zusmiwati.
Menanggapi hal ini, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Seluma, Drs. Muhfian Ahmad mengatakan akan mengusahakan permintaan warga korban banjir tersebut.
Namun karena BPBD Seluma tidak memiliki mobil tangki air ini, maka pihaknya akan berkordinasi dengan BPBD Provinsi Bengkulu untuk membantu menyediakan air bersih, sesuai permintaan warga.
‘’saat ini kita tidak memiliki mobil tangki air ini, kita akan carikan dulu, Kami akan kordinasikan ini ke BPBD provinsi,’’ ujar Muhfian.
Sementara itu Kadinsos Seluma, Ir. Titik Sumila mengatakan untuk korban banjir pihaknya telah membantu dengan memberikan air mineral, pakaian, tikar dan selimut kepada warga yang terkena dampak banjir.
‘’Itulah kendala kita saat ini, Dinsos Seluma tidak memiliki mobil tangki ini. Dalam setiap bencana, untuk air minum kita membantu air mineral kemasan dan paket sembako yang diberikan kepada warga korban banjir ini,’’ kata Titik.
Sedikitnya ada 144 Kepala Keluarga menjadi korban banjir di Kecamatan Talo dan Seluma Selatan.
Denga rincian di desa di Kecamatan Talo yakni Desa Lubuk Gio sebanyak 32 KK. Lalu Desa Kembang Seri sebanyak 42 KK dan Desa Muara Danau sebanyak 64 KK serta Desa Pasar Seluma, Kecamatan Seluma Selatan sebanyak 6 KK.
Sedangkan untuk Desa Durian Bubur, Kecamatan Talo, tidak ada warga yang terkena dampak banjir ini. Namun banjir tersebut merusak satu Jembatan Gantung menuju sentra pertanian warga.(234)









