Rektor UIN KHAS Jember Prof Hepni Berpulang, Dikenal Sebagai Mubaligh yang Akomodatif dan Mengayomi

Create: Sat, 20/06/2026 - 06:37
Author: Redaksi

 

JEMBER, eWarta.co – Kabar duka menyelimuti dunia pendidikan dan keagamaan. Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Dr. H. Hepni, S.Ag., M.M., berpulang ke rahmatullah pada Jumat (19/6/2026) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB dalam usia 57 tahun. Kepergian sosok yang dikenal sebagai mubaligh dan pemimpin akomodatif ini meninggalkan duka mendalam bagi civitas akademika, kolega, hingga para gurunya.

​Dua hari menjelang wafat, Prof. Hepni diketahui tetap menjalankan tugas kedinasan dan melayani umat seperti biasa, baik di dalam maupun di luar kampus.

​"Kami tidak menyangka, di tengah padatnya acara beliau, ternyata itu menjadi pertemuan terakhir bagi kami," ujar Dosen UIN KHAS Jember, Dr. Fathur Rosyid, Jumat (19/6/2026).

​Fathur, yang juga Ketua Lazisnu PCNU Jember, menceritakan dua momen terakhirnya bersama almarhum yang tak terlupakan. Di tengah kesibukannya menandatangani berkas, menemui tamu, hingga menguji disertasi, Prof. Hepni tetap meluangkan waktu memenuhi undangan pengajian dari masyarakat.

​Pertemuan formal terakhir mereka terjadi pada Rabu sore (17/6/2026), saat almarhum membuka kegiatan review RKAKL UIN KHAS Jember di Hotel Luminor sekitar pukul 16.30 WIB hingga menjelang Maghrib.

​Keesokan harinya, Kamis (18/6/2026) sekitar pukul 14.00 WIB, Fathur kembali menemui Prof. Hepni untuk meminta tanda tangan berkas. Saat itu, almarhum tampak kelelahan setelah baru saja pulang mengisi pengajian Haflatul Imtihan di Desa Suren, Ledokombo.

​"Kami sempat mengobrol terkait berkas saya sampai kira-kira jam setengah tiga. Beliau menyampaikan setelah itu harus menguji disertasi dari jam 3 sampai jam 5 sore," kenang Fathur.

​Ujian disertasi tersebut akhirnya dilaksanakan Prof. Hepni secara daring dari kediamannya sekitar pukul 16.30 WIB. Namun sekitar pukul 17.00 WIB, almarhum mengeluhkan sakit perut dan mual hingga kondisinya menurun drastis (drop). Beliau sempat dilarikan ke RS Kaliwates Jember sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD dr. Soebandi.

​"Saat dini hari, saya mendapat kabar beliau sudah wafat sekitar pukul 00.30 WIB," tambahnya. Kabar duka tersebut langsung tersebar cepat melalui pesan berantai di sejumlah grup WhatsApp warga Jember.

​Sosok Pemimpin yang Mengayomi

​Di mata kolega, Prof. Hepni dinilai sebagai pemimpin yang sabar dan merangkul semua kelompok di kampus.

​"Beliau pemimpin yang tidak otoriter, bisa mengayomi semua. Secara personal, beliau adalah guru saya ketika kami masih aktif. Sangat baik," ungkap Fathur.

​Selain menjabat sebagai Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Hepni juga aktif dalam organisasi keagamaan, di antaranya sebagai Pengurus A'wan PWNU Jawa Timur dan Dewan Pakar Dewan Masjid Jawa Timur.

​Kesaksian serupa disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Azhar Jember, KH Hamid Hasbullah. Ia mengenang Prof. Hepni sebagai sosok yang sangat tawadlu’ (rendah hati). Saat masih nyantri di Pesantren Riyadlus Sholihin, Hepni muda sempat menimba ilmu kepadanya.

​“Saya bersaksi bahwa dia orang baik. Kebaikan yang ditanam selama hayatnya menjadi jejak yang sulit tergantikan,” tegas KH Hamid.

​Rasa duka mendalam juga diutarakan oleh mantan Wakil Bupati Jember sekaligus Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU Jatim, KH Muhammad Balya Firjaun Barlaman (Gus Firjaun), serta Rais PCNU Jember, KH Muhyidin Abdusshomad, yang turut hadir memberikan penghormatan terakhir.

​Prof. Hepni berpulang dengan meninggalkan seorang istri dan dua orang putri. Sebagai mubaligh, tausiyahnya akan terus dikenang sebagai referensi moral masyarakat, dan sebagai pendidik, ilmu yang telah diamalkannya dipastikan menjadi amal jariyah yang tak terputus.

​Penulis: Hafit