Ribut! Dua Kapal Nelayan Diduga Gunakan Trawl Dibakar

Dua kapal kelompok nelayan dibakar
Dua kapal kelompok nelayan dibakar

 

Bengkulu, ewarta.co - Nelayan Tradisional Kota Bengkulu kembali memanas, keributan bermula adanya nelayan menangkap ikan menggunakan alat tangkap jenis trawl pada Kamis (14/3).

Nelayan Tradisional Kelurahan Malabero, Kota Bengkulu, emosi dan membakar dua kapal Trawl yang diduga milik Nelayan Trawl, puncaknya pembakaran kapal dilakukan di tengah laut di kawasan Pantai Tapak Paderi Kota Bengkulu.

Menurut informasi yang terhimpun kelompok Nelayan Pulau Baai kapal jangkar mas, Hasril Muksi Tanjung, mengatakan sekira pukul 09.00 WIB bertempat di Muara Lempuing 2 mil dari Pelabuhan Pulau Baai tiba – tiba datang kelompok Nelayan dengan jumlah 1 kapal berisi 10 orang dengan alasan meminta bantuan minyak dan oli.

"Beberapa ABK nelayan tradisional naik ke kapal Trawl dan langsung menyekap dan membentak, diam! juga langsung mengambil alih kapal diduga menggunakan trawl untuk mengejar kapal trawl lainya kapal Bina Bersatu. Aksi kejar-kejaran pun terjadi di tengah laut dan sehingga berhasil dan memepet kapal Trawl Bina bersatu yang juga ikut diamankan oleh kelompok nelayan tradisional Malabero,"sampai Hasril.

Sementara Ahyar kelompok nelayan Bina Bersatu,0 menjelaskan ia bersama 2 orang temannya berangkat dari pulau Baai dengan menggunakan kapal untuk mencari ikan.

Di pertengahan antara Pulau Baai dan Pulau Tikus datang 5 kapal nelayan tradisional dan 1 kapal dari kelompok nelayan Jangkar Mas yang sudah dikuasai oleh kelompok nelayan tradisional Malabero yang langsung menghampiri kapal yang diduga menggunakan alat tangkap Trawl dengan cara melempari batu dan bom molotof.

Setelah kelompok nelayan tradisional malabero berhasil naik ke kapal kelompok nelayan yang diduga Menggunakan alat tangkap ikan jenis trawl langsung menyuruh merapat dan mengancam dengan menggunakan parang, tombak, ekor pari.

"Kelompok nelayan tradisional pun menyuruh rekannya beserta 2 orang temannya untuk melompat ke laut, namun ke 3 orang tersebut tidak mau, selanjutnya ke 3 orang tersebut dipindahkan ke kapal tradisional Malabero untuk dibawa dan diturunkan di pantai Malabero dan diserahkan ke Polres Bengkulu,"terang Ahyar.

Lima orang kelompok nelayan, 2 orang nelayan Jangkar mas dan 3 orang nelayan Bina Bersatu berhasil diamankan oleh kelompok nelayan tradisional Malabero dan untuk Kapal kelompok Jangkar Mas dan kelompok Bina Bersatu langsung dibakar di tengah laut.

“Kami menghadang kapal trawl tersebut saat menangkap ikan di perairan Bengkulu kemudian kami membawanya ke Pantai Malabero,” kata Buyung Tamang.

Untuk barang bukti alat tangkap ikan jenis pukat harimau atau trawl telah diamankan oleh nelayan Tradisional Kota Bengkulu, yakni 3 Unit Pukat jenis Trawl dan ikan hasil tangkapan dalam bok fiber dan diserahkan ke Polres Bengkulu. (FY)

Asap mengepul dari dua kapal yang dibakar
Asap mengepul dari dua kapal yang dibakar

Dua kelompok nelayan diamankan beserta barang bukti
Dua kelompok nelayan diamankan beserta barang bukti