,JEMBER, ewarta.co – Rumah Sakit Daerah (RSD) Kalisat secara resmi menerima 57 tenaga kesehatan (nakes) peserta program magang tahun 2026. Program yang didanai oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) ini menjadi solusi strategis untuk mengatasi kekurangan SDM sekaligus mencetak tenaga medis siap kerja.
Kepala Bagian Umum dan Kepegawaian RSD Kalisat, Ari Daryono, M.Si., menyampaikan bahwa usulan kuota dari pihaknya telah disetujui penuh oleh pemerintah pusat.
"Alhamdulillah, untuk tahun 2026 usulan kami sebanyak 57 peserta disetujui seluruhnya. Pada gelombang (batch) pertama ini kami mendapat kuota 30 orang, dan sisanya menyusul di batch kedua," ujar Ari, Selasa (11/8/2026).
Ari menjelaskan, para peserta akan menjalani masa magang selama 6 bulan terhitung mulai Senin (10/8/2026). Selama masa magang, seluruh peserta terdaftar dan dilindungi oleh BPJS Ketenagakerjaan.
Untuk penempatan batch pertama, RSD Kalisat membuka berbagai formasi sesuai dengan analisis kebutuhan rumah sakit, di antaranya:
* 15 orang Perawat Terampil
* 5 orang Perawat Ahli Pertama
* 2 orang Perekam Medis
* 2 orang Tenaga Registrasi Bidang Yanmed
* 1 orang Penata Anestesi
* 1 orang Sanitarian
* 1 orang Tenaga IT
* 1 orang Teknik Sipil (IPS Pemeliharaan Sarana)
* 1 orang Teknik Lingkungan
* 1 orang Tenaga Penunjang
"Dari tiga rumah sakit milik pemerintah daerah di Jember, tahun ini RSD Kalisat dan RSD dr. Soebandi sama-sama berhasil lolos untuk menerima peserta magang," tambah Ari.
Berbeda dari tahun sebelumnya, regulasi magang kali ini lebih diperketat, terutama terkait verifikasi berkas dan integrasi data peserta dengan BPJS Ketenagakerjaan. Ketatnya regulasi ini membuat dua rumah sakit daerah lainnya belum dapat menerima peserta pada gelombang kali ini.
Program ini juga membuka peluang besar bagi para peserta terbaik untuk direkrut menjadi pegawai resmi. Pada batch Desember 2025 – Juni 2026 lalu, sejumlah peserta magang terbukti berhasil lolos seleksi rekrutmen pegawai di RSD Kalisat.
"Semua peserta tetap harus mengikuti prosedur seleksi sesuai regulasi yang berlaku. Tahun lalu, seleksinya digelar secara terpusat oleh pusat dan dikomandani oleh RSD dr. Soebandi," jelasnya.
Selain menutupi kekurangan pegawai berdasarkan Analisis Jabatan dan Beban Kerja (Anjab/ABK), program ini sejalan dengan kebijakan Bupati Jember dalam menekan angka pengangguran dan kemiskinan.
Para peserta magang tahun ini berasal dari berbagai perguruan tinggi, antara lain Universitas Jember, Poltekkes Malang, Poltekkes Semarang, STIKes Al-Qodiri Jember, Poltekkes Kemenkes Jember, Universitas dr. Soebandi Bondowoso, Universitas Muhammadiyah Klaten, IIK Elamunia Kesdam XIV/Hasanuddin Makassar, hingga Universitas Nurul Huda Mustofa Malang.
"Mari kita manfaatkan program ini sebaik-baiknya. Ini adalah kesempatan emas untuk mencetak nakes berkualitas sekaligus bentuk pengabdian kepada negeri," tutup Ari. (Hafit)










