SELUMA, eWarta.co -- Komisi lll DPRD Kabupaten Seluma melakukan sidak ke RSUD Tais Kabupaten Seluma, sidak tersebut dilakukan setelah adanya kejadian keterlambatan pihak RSUD dalam memberikan pelayanan terhadap korban lakalantas yang ingin melakukan rontgen atau X- ray.

Sebelumnya pihak keluarga korban kecelakaan ingin melakukan rontgen atau X- ray di RSUD Tais, setelah korban berada di depan ruang radiologi tidak ada petugas diruangan tersebut.
Ketua Komisi III DPRD Seluma H. Rizkan, S. Ap mengatakan, berdasarkan informasi dari beberapa berita yang sudah disebar luaskan ternyata tidak sama dengan apa yang sudah disampaikan oleh pihak RSUD, petugas yang piket pada waktu itu berjumlah 2 orang, namun 1 petugas sedang izin (tidak masuk), dan 1 petugas lagi sedang beli makan dan hanya ditinggal selama 15 menit.
"Berdasarkan berita yang sudah viral tersebut ternyata tidak sesuai dengan apa yang sudah kami dapat tadi, jadi nomor telpon yang ditelpon itu tidak sesuai dengan nomor telpon yang sedang melakukan piket dan itu juga tidak sampai satu jam. Memang kosong, tetapi kekosongan itu tidak sampai satu jam, yang piket ada tapi hanya ditinggal sebentar," Sampainya, Senin (14/7/2025).
Diketahui komisi III DPRD Seluma melakuan sidak menyeluruh terhadap RSUD, ada beberapa hal yang menjadi perhatian komisi IIl DPRD Seluma seperti pintu WC yang rusak, kipas angin di IGD, serta fasilitas yang lainnya. Fasilitas ini perlu ditinggalkan, hal ini untuk membuat pasien dan keluarga pasien yang besuk mendapatkan kenyamanan.
"Kami juga meminta kepada Direktur tadi supaya di IGD untuk segera dipasang kipas angin, karena disana sangat panas, kemudian yang ke-dua ada pintu kamar mandi yang rusak, kemudian tadi juga kami juga meminta jaringan telpon juga diperbaiki, hal ini supaya koordinasi biar bisa singkron, kemudian juga untuk memperbaiki hordeng pembatas pasien dengan pasien yang lain, " Sambungnya.
Direktur RSUD Tais Kabupaten Seluma, dr. Evaroida Siahaan, MM, turut menjelaskan, pada saat malam peristiwa tersebut dirinya masih Dinas Luar (DL). Meskipun demikian dirinya pada saat malam kejadian, Rabu (9/7) dan setelah mengetahui kejadian tersebut langsung melakukan koordinasi dengan Kepala Bidang pelayanan RSUD.
"Tadi pagi saya langsung mengevaluasi ke anak anak buah saya apapun itu tetap harus berkoordinasi dengan IGD, karena IGD adalah pintu masuk seluruh pasien. Jadi setiap pasien yang akan dikirim ke ruang radiologi, ke ruang rawat inap harus mengontak dulu ke ruangan tujuan supaya koordinasi berjalan dengan baik, " Tuturnya.
Turut dijelaskan, pada malam kejadian, seharusnya yang melaksanakan piket di ruang radiologi berjumlah 2 orang, namun 1 orang izin (tidak bisa masuk kerja) dan 1 orang lagi pergi beli makan. Keterlambatan dalam memberikan pelayanan juga disebabkan oleh seringnya mati lampu, pasien harus menunggu untuk di rontgen atau X- ray karena alat radiologi ersebut memerlukan jeda waktu untuk bisa digunakan.
"Kami mengakui ada kelalaian, tapi tidak sampai 1 jam, yang piket sudah melakukan koordinasi dan akan tiba dalam waktu 15 menit, kemudian waktu itu lampu sering mati sampai 3 kali, untuk alat radiologi itu loadingnya lama dan tidak bisa waktu hidup lampu alamat langsung bisa bekerja, " Jelasnya. (Rns)









