BENGKULU, eWarta.co – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bengkulu resmi menggelar "Bengkulu Road to Festival Ekonomi Syariah (BERKAH)" yang disinergikan dengan "Festival Edukasi Inklusi dan Inflasi (FLEKSI)" 2026. Acara yang dipusatkan di Atrium Bencoolen Mall ini menjadi motor penggerak untuk memperkuat ekosistem halal dan ekonomi syariah di Bumi Rafflesia.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, menegaskan bahwa akselerasi ekonomi daerah memerlukan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, instansi vertikal, hingga industri perbankan.
"Ekonomi konvensional dan syariah harus berjalan beriringan. Keduanya saling melengkapi dan mendukung satu sama lain untuk mencapai tujuan pembangunan yang lebih besar dan berkelanjutan," ujar Wahyu dalam pembukaan acara, Jumat sore (24/4/2026).
Dalam sambutannya, Wahyu mengapresiasi capaian Indonesia yang kini menduduki peringkat ketiga dunia pada Global Islamic Economy Indicator 2024–2025. Prestasi global ini ditopang kuat oleh sektor modis (fashion), pariwisata halal, serta industri farmasi dan kosmetik halal.
Wahyu optimistis Bengkulu memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam mempertahankan tren positif tersebut melalui pengembangan ekosistem yang terintegrasi dan inklusif.
Bank Indonesia fokus pada tiga pilar utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi syariah di daerah:
Ekosistem Produk Halal: Memberikan bantuan sertifikasi halal bagi UMKM pangan serta menggelar pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) untuk menjamin standar kualitas halal dari hulu ke hilir.
Kemandirian Ekonomi Pesantren: Melalui program wakaf produktif, pesantren didorong agar lebih berdaya secara ekonomi. Wahyu mengungkapkan, dalam waktu kurang dari tiga minggu, dana wakaf produktif telah terkumpul lebih dari Rp100 juta.
Penguatan Sektor Keuangan: Memfasilitasi business matching guna menghubungkan pelaku UMKM dengan akses pembiayaan dari perbankan syariah.
Gelaran BERKAH x FLEKSI 2026 tidak hanya menjadi ajang edukasi, tetapi juga ruang kompetisi. Melalui Sharia Fair, pengunjung dapat melihat langsung produk unggulan pesantren mulai dari hasil hidroponik hingga kopi. Selain itu, terdapat booth perbankan syariah untuk layanan keuangan masyarakat.
"Pemenang dari Sharia Competition di tingkat daerah ini nantinya akan dikirim ke tingkat Regional Sumatra di Palembang pada Juni mendatang, hingga bermuara di tingkat nasional pada Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) di Jakarta," tambah Wahyu.
Wahyu berharap sinergi ini menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi Bengkulu, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan stabilitas harga guna mengendalikan inflasi daerah. (**)









