Sosok Muhyidin, Ketua JSIT Bengkulu di Mata Sahabat

 

BENGKULU, eWarta.co – Terpilihnya Muhyidin, M.Pd sebagai Ketua JSIT Bengkulu masa bakti 2025–2029 tidak hanya menghadirkan babak baru kepemimpinan dalam organisasi pendidikan Islam terpadu di provinsi ini, tetapi juga mengundang cerita hangat dari sahabat dan rekan-rekan kerjanya. Bagi mereka yang mengenal dekat, Muhyidin bukan sekadar pemimpin, tetapi pribadi yang memiliki karakter kuat, ketulusan, dan dedikasi mendalam terhadap dunia pendidikan.

Di lingkungan JSIT Bengkulu, Muhyidin dikenal sebagai sosok yang tenang, bersahaja, dan sangat menghargai proses. Ia bukan tipe yang banyak berbicara, tetapi tindakannya selalu menunjukkan komitmen. Salah satu sahabat dekatnya menggambarkan Muhyidin sebagai orang yang rendah hati dan pantang menyerah.

“Mas Muhyidin itu tidak pernah membesarkan dirinya sendiri. Dia lebih suka bekerja dalam diam, tapi hasilnya selalu dirasakan banyak orang,” ujar sahabatnya.

Ia juga dikenal sebagai pendengar yang baik, selalu membuka ruang dialog sebelum mengambil keputusan penting. Ketika memimpin program atau mendampingi sekolah-sekolah SIT, Muhyidin kerap menempatkan musyawarah sebagai pondasi.

“Beliau itu sangat menghargai pendapat, tidak pernah memaksa kehendak. Itu yang membuat kami nyaman bekerja bersamanya,” tambah sahabat lainnya.

Selain di mata sahabat, sosok Muhyidin juga mendapat kesan mendalam dari rekan kerjanya, Yogi, yang telah lama bekerja bersamanya dalam berbagai program dan pendampingan lembaga.

“ustad Muhyidin itu tipe pemimpin yang tidak hanya memberi instruksi, tapi mau turun langsung membantu. Kalau ada masalah, beliau ikut menyelesaikan. Itu yang membuat kami merasa bekerja sebagai tim, bukan bawahan,” ujar Yogi.

Yogi juga menilai gaya komunikasi Muhyidin sangat menenangkan. Meski tegas ketika diperlukan, ia selalu memulai dengan mendengar dan memahami situasi.

“Arahan beliau selalu jelas, tapi tidak pernah membuat suasana tegang. Justru membawa semangat,” tambahnya.

“Selama saya bekerja dengan beliau, saya tidak pernah melihat beliau mengambil jalan pintas. Semua beliau lakukan sesuai prosedur. Itu yang membuat banyak orang menghormatinya,” ungkapnya.

Karakter keteladanan, kepekaan sosial, dan kerja keras yang dimiliki Muhyidin membuat banyak pihak yakin bahwa JSIT Bengkulu berada di tangan yang tepat. Kepemimpinannya diharapkan melahirkan lompatan baru dalam kualitas pendidikan Islam terpadu, sekaligus memperkuat sinergi antar lembaga di bawah naungan JSIT.

Dengan dukungan sahabat dan rekan kerja yang mengenalnya dekat, perjalanan kepemimpinan Muhyidin lima tahun ke depan diharapkan menjadi babak penting untuk memajukan pendidikan Islam di Bengkulu menuju kualitas yang lebih unggul dan berdaya saing global. (**)