Sumardi : Kondisi Pasokan dan Harga Beras Harus Diperhatikan

 

Bengkulu : Anggota Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu, Sumardi, memberikan pemahaman terkait kondisi pasokan dan harga beras di Provinsi Bengkulu pasca Pemilu 2024, mengingat dampak dari fenomena cuaca ekstrem seperti El Nino dan kegagalan panen.

“Tantangan serius kita saat ini adalah cuaca El Nino dan kegagalan panen yang berdampak pada persediaan beras di gudang Bulog. Program pangan nasional yang membagikan beras cuma-cuma kepada masyarakat juga menyumbang terkurasnya stok beras di sana,” ungkap Sumardi, Kamis (29/02/2024).

Sumardi menyampaikan bahwa dampak dari kondisi tersebut terasa melalui kenaikan harga beras secara bertahap. Namun, ia mengungkapkan rasa syukurnya karena di Provinsi Bengkulu, stok beras masih mencukupi dan harga relatif stabil dengan selisih hanya sekitar dua ribu atau tiga ribu.

adv

Sumardi menjelaskan bahwa untuk mencegah kelangkaan dan kenaikan harga beras, pihaknya telah berkoordinasi dengan Bulog.

“Kami telah memesan kepada Bulog agar memperbanyak pasokan beras di ritel mitra kerja Bulog di Provinsi Bengkulu. Langkah ini diharapkan dapat mencegah kenaikan harga yang signifikan,” jelas Sumardi.

Ditegaskan oleh Sumardi, setelah kunjungan ke Bulog, pihak Bulog memberikan jaminan bahwa tidak akan ada kenaikan harga yang terlalu tinggi dan ketersediaan beras dianggap aman.

“Kolaborasi antara pemerintah daerah, Bulog, dan semua pemangku kepentingan menjadi kunci di saat seperti ini. Perlu terus berkoordinasi untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga beras, serta memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi,” tambah Sumardi. (Adv)