Temuan Fatal di Dapur MBG, Ruang Admin di Area Sensitif, Sisa Bumbu Mengendap Belum Dibersihkan

Create: Fri, 29/05/2026 - 16:59
Author: Redaksi

 

JEMBER, eWarta.co – Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) menemukan sederet pelanggaran prosedur mendasar saat menyisir dapur program MBG, salah satunya di Kecamatan Patrang, Jumat (29/5/2026). Temuan ini jadi catatan merah dalam supervisi pemetaan potensi masalah 209 titik SPPG se-Kabupaten Jember.

Wakil Ketua TP3D Jember sekaligus Anggota Satgas MBG, Dr. Evi Lestari menyebut ada kekeliruan fatal yang tidak sesuai SOP Badan Gizi Nasional (BGN). 

"Kami menemukan ruang administrasi ditempatkan di area dalam. Ini memicu keluar-masuk petugas intens di area sensitif, jadi tidak higienis dan menyalahi SOP," ungkap Evi di lokasi peninjauan, dikutip ewarta.co, (29/5/2029).

Selain tata letak, tim juga menyoroti dapur pengolahan dan pemorsian yang belum terstandarisasi. Ruang penyimpanan logistik basah dan kering digabung jadi satu. Lebih parah, di area dapur masih ada sisa bumbu masakan hari sebelumnya yang belum dibersihkan.

Penyimpanan makanan matang atau omprengan juga bermasalah. Seharusnya langsung masuk mesin pendingin, faktanya justru ditumpuk bersama bahan bumbu lain. Padahal pemisahan ini krusial untuk mitigasi keracunan dan menjaga sampel uji lab agar tidak terkontaminasi.

Evi menegaskan pengawasan ke depan akan dimaksimalkan lewat struktur BGN: Koordinator Wilayah Korwil dan Kepala Tim Pelaksana Program Gizi KPPG. Mereka sudah dibekali pelatihan dan evaluasi berkala.

"Program jaminan gizi ini kontribusi nyata di tingkat nasional. Semua pihak wajib bergerak satu tim, tidak bisa jalan sendiri-sendiri," tegasnya.

Anggota Komisi B DPRD Jember, Ahmad Hoirozi menambahkan, dapur MBG wajib memenuhi luas minimal 300 meter persegi. Dengan anggaran operasional Rp. 6 juta per hari, standar dasar itu mutlak dipenuhi pengelola.

"Evaluasi ini bagian upaya legislatif dan eksekutif mengikis pandangan miring masyarakat soal kualitas MBG di daerah," kata Hoirozi.

Bupati Jember sudah instruksikan OPD terkait audit dan inventarisasi 209 titik dapur MBG. Hasil supervisi door-to-door ini akan dirangkum dan langsung dilaporkan ke Bupati sebagai bahan kebijakan.

Hoirozi tak menampik kondisi beberapa dapur masih berantakan dan belum layak. Tapi saat ini tim fokus memantau, bukan menjatuhkan vonis. 

"Ke depan pengawasan dipastikan jauh lebih ketat agar pengelola segera berbenah," pungkasnya. (Hafit)

Foto; Wakil Ketua TP3D Jember sekaligus Anggota Satgas MBG, Dr. Evi Lestari