Terancam Tak Naik Bank Buku I, Dewan Minta Pimpinan Bank Bengkulu Dievaluasi

Foto kantor PT. Bank Bengkulu
Foto Kantor PT. Bank Bengkulu
Create: Tue, 11/03/2020 - 20:28
Author: Redaksi

 

BENGKULU, eWARTA.co -- Kesabaran anggota DPRD Provinsi Bengkulu mulai menurun terkait kejelasan nasib status Bank Bengkulu dari Bank Buku I menjadi Bank Buku II.

Pernyataan itu disampaikan secara gamblang Anggota Dewan dari fraksi Gerindra Suharto, SE kepada wartawan, Selasa sore (03/11/2020).

Ia menilai selama ini pihak Bank Bengkulu terkesan tidak kooperatif terhadap lembaga DPRD Provinsi sebagai mitra kerja. Keseriusan Dirut dan jajarannya mulai diragukan karena sampai saat ini kabar terkait perubahan status dari Bank Buku I menjadi Bank Buku II tidak ada kabar sama sekali.

"Makanya kami heran kok masih dipertahankan Dirut Bank Bengkulu. Mestinya dilakukan evaluasi karena jelas dalam aturan OJK target tahun ini Bank Bengkulu harus menjadi Bank buku I. Kalau tidak maka bisa turun kasta menjadi Bank BPR atau di marger atau diakuisisi," tegasnya.

Dia juga merasakan hubungan komunikasi antara pimpinan Bank Bengkulu dengan Lembaga DPRD Provinsi kurang harmonis. Sehingga mengisyaratkan bahwa Bank Bengkulu tidak butuh masukkan atau saran dari Lembaga DPRD.

"Ini yang kita sesali. Padahal kalau mereka open atau terbuka mungkin kami bisa memberikan masukan dan solusi agar apa yang menjadi kendala bisa teratasi. Tidak sedikit potensi modal yang bisa digarap Bank Bengkulu jika mereka mau bersikap kooperatif," bebernya.

Seperti diketahui berdasarkan terbitnya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 41/POJK. 03/2019 tentang Penggabungan, Peleburan, Pengambilalihan, Integrasi, dan Konversi Bank Umum, jika tidak mampu menjadi Bank buku II.

Hal ini jelas ada sanksi, misalnya, bisa membuat Bank Pembangunan Daerah (BPD) seperti PT Bank Bengkulu terancam turun kasta menjadi Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Hingga berita ini diturunkan, Konfirmasi terkait berita ini belum dijawab oleh pihak Bank Bengkulu. (**)