BENGKULU, eWARTA.co -- Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Bengkulu mencatat kegiatan ekspor ikan di daerah masih melalui Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Sebab hal tersebut tidak hanya mempengaruhi neraca ekspor daerah, tetapi juga berdampak pada penerimaan bea keluar di Bengkulu.
Perwakilan KPPBC Tipe Madya Pabean C Bengkulu, Agus mengatakan, selama ini Bengkulu belum mengekspor ikan langsung disebabkan kegiatan ekspor masih melalui Pelabuhan Tanjung Priok. Ini terjadi karena Pelabuhan tersebut dinilai lebih mampu melakukan kegiatan ekspor ikan dibandingkan Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu.
"Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu ini belum mampu ekspor ikan langsung karena fasilitas disini belum mendukung," kata Agus, Rabu (24/8/2022).
Ia mengaku, saat ini Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu belum memiliki fasilitas cold storage atau lemari pendingin berkapasitas besar. Akibatnya tidak ada tempat penyimpanan ikan segar sebelum dilakukan ekspor ke luar negeri.
"Ekspor ikan itu bukan masalah kirim ke negara sana atau kirim ke negara sini, perlu juga fasilitas pendukung salah satunya cold storage. Itu belum ada di Pelabuhan kita," ujar Agus.
Akibat tidak tersedia Cold Storage membuat daerah ini tidak bisa melakukan ekspor ikan. Sehingga membuat pengusaha ikan memilih melakukan ekspor melalui Pelabuhan Tanjung Priuk.
"Ini tentu saja mempengaruhi neraca perdagangan di Bengkulu serta mempengaruhi penerimaan bea keluar di daerah juga," tutupnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Provinsi Bengkulu, Diarwin Komena mengatakan, ekspor ikan di Bengkulu sulit dilakukan selain karena fasilitas Pelabuhan yang belum memadai juga dikuasai oleh para pemain besar. Mereka yang bermain di bisnis ekspor ikan ini memilih melakukan ekspor melalu Pelabuhan Tanjung Priok karena urusan ekspor disana sangat dipermudah dibandingkan di Bengkulu.
"Eksportir ikan ini biasanya malas disibukkan urusan administrasi yang merepotkan, sehingga mereka memilih Pelabuhan Tanjung Priok karena disana prosesnya mudah dan ada yang membantu semuanya," tuturnya.
Selain itu, eksportir ikan di daerah juga tidak mau melakukan ekspor dari Bengkulu karena sebelum barang dikirim ke luar negeri, harus terlebih dahulu mampir di Pelabuhan Tanjung Priok.
Atas dasar tersebut, membuat mereka memilih langsung melalui Tanjung Priok dibandingkan Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu.
"Eksportir itu tidak mau barangnya terlalu lama di kapal, mereka mau ketika itu sudah masuk kapal langsung dikirim ke negara tujuan," tutupnya. (Bisri)









