Bengkulu Selatan, eWarta.co -- Tiga warga Kecamatan Seginim Bengkulu Selatan tersambar petir, Senin (18/2/2013) sore. Akibatnya 1 meninggal dunia dan dua lainnya dirawat di Puskesmas.
Ketiga korban tersebut adalah Liki (40) warga Babatan Ulu (meninggal dunia), Wilsonmen (36) warga Babatan Ulu (dirawat) dan Wisin (33) warga Babatan Ilir (dirawat).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian berawal saat ketiga korban pulang dari memanen buah sawit. Tiba-tiba turun hujan yang disertai petir yang langsung menyambar kedua korban.
"Memang tadi hujan disertai petir. Sekitar beberapa menit kemudian hujan turun dan petir menyambar Tiga orang tersebut," ujar salah seorang warga.
Agus mengatakan, mendapatkan laporan ada yang tersambar petir, warga langsung mendatangi lokasi dan mengevakuasi korban ke Puskesmas Seginim.
"Saat kami datang, Wasnab sudah meninggal dengan tubuh gosong, sedangkan korban lainnya Didin kritis," tuturnya.
Camat Seginim, Mahdalena membenarkan adanya dua orang warga di wilayahnya yang tersambar petir.
"Benar ada kejadian tiga warganya yang tersambar petir, untuk itu kepada seluruh kepala desa dan lurah mohon untuk selalu monitor terhadap warganya , jika terjadi musibah segera hubungi pihak berwajib dan segera ambil tindakan pertolongan pertama ” tegas Mahdalena.
Kronologi ketiga petani di Bengkulu Selatan ini tersambar petir, berawal ketika ketiga korban mengendarai sepeda motor sekitar pukul 17.34 WIB berniat pulang usai mereka bekerja mengangkut buah kelapa sawit di kebun milik Kasin Jaya.
Saat ketiganya melintas di areal pematang persawahan Desa Babatan Ulu Kecamatan Seginim. Sepeda motor yang dikendarai Liki macet.
Sementara kondisi cuaca saat itu memang sedang hujan deras disertai petir.
Oleh korban Wisi, motor yang dikendarai Liki mogok ditarik menggunakan sepeda motornya. Sementara korban Liki tetap berada di atas motor, sedangkan rekannya Wisolman membantu dengan mendorong motor Liki yang mogok dari belakang.
Nah, saat itulah petir menyambar langsung tubuh Liki, sedangkan korban Wisolmen dan Wisi meski tak terkena langsung juga ikut tak sadarkan diri akibat dahsyatnya kekuatan sambaran petir tersebut.









