BENGKULU, eWarta.co – Siswa yang bercita-cita menjadi dokter gigi kini berpeluang menempuh pendidikan di Provinsi Bengkulu. Universitas Bengkulu (Unib) segera membuka Program Studi (Prodi) Kedokteran Gigi.
Pembukaan prodi tersebut menyusul penugasan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia kepada Unib untuk membuka Prodi Kedokteran Gigi.
Rektor Unib Prof. Indra Cahyadinata mengatakan, pembukaan Prodi Kedokteran Gigi dilakukan karena hingga saat ini Bengkulu belum memiliki program pendidikan dokter gigi. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan kementerian memberikan penugasan kepada Unib.
"Di Bengkulu tenaga medis sudah banyak, ada dokter, perawat, bidan dan lainnya. Tetapi untuk kedokteran gigi belum ada. Makanya Kementerian memberikan penugasan kepada Unib," kata Indra.
Menurut Indra, Unib saat ini tengah mempersiapkan proposal pembukaan Prodi Kedokteran Gigi. Salah satu yang menjadi perhatian adalah ketersediaan dosen karena Unib belum memiliki tenaga pengajar dari kalangan dokter gigi.
"Kita belum memiliki dosen dokter gigi. Maka kita akan bekerja sama dengan pemerintah daerah dan perguruan tinggi terdekat yang memiliki dokter gigi untuk tenaga pengajar," jelasnya.
Indra menargetkan proposal pembukaan Prodi Kedokteran Gigi dapat diselesaikan pada Desember 2026. Setelah itu, proposal akan diajukan melalui LLDIKTI Wilayah II di Palembang untuk diproses ke Kementerian.
"Kita menargetkan bulan Desember proposal selesai, sehingga bisa kita usulkan ke LLDIKTI Palembang untuk proses ke Kementerian," ujarnya.
Ia berharap proses perizinan dapat rampung sehingga penerimaan mahasiswa baru Prodi Kedokteran Gigi bisa dilakukan pada 2027. Namun, jika proses perizinan belum selesai, penerimaan mahasiswa paling lambat ditargetkan pada 2028.
"Targetnya tahun 2027 sudah bisa menerima mahasiswa baru Kedokteran Gigi. Mudah-mudahan bisa melalui UTBK, tetapi perizinan terus kita proses untuk 2027 atau selambat-lambatnya tahun 2028," ungkap Indra.
Untuk penerimaan perdana, Unib menyiapkan kuota sebanyak 40 mahasiswa. Jumlah tersebut sama dengan kuota awal Prodi Ilmu Kedokteran Unib.
"Kuota angkatan pertama 40 mahasiswa, sama seperti Prodi Ilmu Kedokteran juga 40. Dua tahun terakhir baru menjadi 80 kuota setelah hampir 15 tahun beroperasi, karena terkait dengan fasilitas," katanya.
Ia menambahkan, pembukaan Prodi Kedokteran Gigi juga harus didukung fasilitas pendidikan yang memenuhi standar, termasuk fasilitas praktikum. Menurutnya, kesiapan sarana dan prasarana menjadi bagian penting sebelum prodi tersebut menerima mahasiswa.
"Kita harus menyediakan pratekum (praktikum) yang standar," pungkasnya.










